Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lawan Covid-19: Muhadjir Sebut WNI Pulang dari Luar Negeri Diisolasi di 4 Lokasi

Muhadjir menyebut bahwa sesuai arahan Presiden, pemerintah akan mengirimkan bantuan sosial kepada WNI di Malaysia, terutama yang berstatus pekerja harian.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  14:32 WIB
Muhadjir Effendy menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Muhadjir Effendy menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/1/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pendidikan, Manusia, dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy berharap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri tidak pulang ke Indonesia, bila tidak perlu. Hal ini guna membantu pengendalian penyebaran virus SARS-CoV-2 di Indonesia.

“Kalau yang di luar negeri aman, ya di sana dulu sebab Indonesia sendiri sedang berusaha untuk menjaga keselamatan WNI yang di Indonesia,” kata Muhadjir usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo rapat terbatas soal penanganan arus masuk WNI dan pembatasan perlintasan WNA melalui video conference, Selasa (31/3/2020).

Muhadjir menyebut  bahwa sesuai arahan Presiden, pemerintah akan mengirimkan bantuan sosial kepada WNI di Malaysia, terutama yang berstatus pekerja harian. Seperti diketahui, negara tersebut telah memberlakukan movement control order (MCO) atau lockdown, sehingga berdampak pada ekonomi para pekerja harian.

Bantuan tersebut telah disepakati dalam bentuk bahan pokok dan kebutuhan lainnya. Bantuan ini akan dikirimkan oleh TNI.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa ada kepulangan WNI dari negara lain yang cukup menonjol adalah dari Malaysia dan yang berkerja sebagai anak buah kapal (ABK) di berbagai wilayah.

“Dari sisi jumlah WNI kita di malaysia jumlahnya melebih angka 1 juta orang, sementara data yang bisa kita himpun untuk ABK di kapal-kapal pesiar jumlahnya sekitar 11.838 di 80 kapal,” kata Retno.

Adapun bagi WNI yang tetap memutuskan untuk pulang ke Indonesia, pemerintah memutuskan setiap orang harus melalui protokol kesehatan sebelum kembali ke daerah asal. Dalam pemeriksaan awal di pintu perbatasan, status kesehatan WNI akan menentukan yang bersangkutan tergolong orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP).

Setiap WNI juga diwajibkan membawa sertifikat sehat atau health certificate untuk kembali dari negara asal. Kedutaan besar RI di negara asal WNI, akan membantu untuk mendapatkan sertifikat tersebut.

Kemudian, sesampainya di Indonesia, baik melalui bandara atau pelabuhan, kesehatan setiap WNI akan diperiksa ulang.

“Walau sudah [punya] health certificate tapi ada gejala akan dipisahkan, nanti akan ada isolasi. Ada 4 tempat yang disiapkan pemerintah,” kata Muhadjir.

Tempat-tempat yang dimaksud adalah tempat yang biasa digunakan Kementerian Sosial untuk mengarantina orang-orang yang bermasalah dengan imigrasi. Kemudian ada tiga tempat lain yang secara khusus disiapkan, yakni pulau Galang, Kepualuan Natuna, dan pulau Sebaru.

Adapun yang berstatus ODP atau tanpa gejala, akan dikembalikan ke daerah asalnya melalui jalur darat dan laut. Kapal perang Republik Indonesia (KRI) telah disiapkan untuk mengantar para WNI tersebut mulai dari ke Sumatra hingga Jawa Timur.

“Sesampainya di sana [daerah asal] akan ditangani pemda, mulai dari pelabuhan sampai tujuan akhir jadi tanggung jawab pemda masing-masing,” kata Muhadjir.

Sesampai di tempat tujuan setiap WNI tersebut juga harus menjalani karantina. Kementerian Desa akan menyiapkan tempat karantina untuk WNI dari luar negeri di desa-desa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona muhadjir effendy
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top