Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Physical Distancing Tapi Harus Urus Dukcapil? Pakai Layanan Chatbot Gisa

Untuk meminimalisir pertemuan langsung dalam mengurus dukcapil, Kemendagri menyerankan masyarakat untuk memenafaatkan chatbot Gisa. Nama terakhir ini merupakan program berbasis AI.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 28 Maret 2020  |  14:59 WIB
Petugas mencetak KTP (Kartu Tanda Penduduk) Elektronik di Kantor Disdukcapil Kota Serang, Banten, Rabu (4/3/2020). Dirjen Dukcapil Kemendagri Arif Fakrulloh melarang seluruh Dinas Kependudukan menerbitkan Surat Keterangan (Suket) sebagai pengganti KTP karena blanko E-KTP sudah tersedia dan mencukupi sehingga semua pemohon KTP sudah harus bisa dilayani. ANTARA FOTO - Asep Fathulrahman
Petugas mencetak KTP (Kartu Tanda Penduduk) Elektronik di Kantor Disdukcapil Kota Serang, Banten, Rabu (4/3/2020). Dirjen Dukcapil Kemendagri Arif Fakrulloh melarang seluruh Dinas Kependudukan menerbitkan Surat Keterangan (Suket) sebagai pengganti KTP karena blanko E-KTP sudah tersedia dan mencukupi sehingga semua pemohon KTP sudah harus bisa dilayani. ANTARA FOTO - Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri meluncurkan Chatbot bernama Gisa untuk membantu pelayanan secara daring (online). Nama Gisa merupakan singkatan dari program Dukcapil yaitu Gerakan Indonesia Sadar Adminduk.

Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri mengatakan, pelayanan publik harus tetap berlangsung dengan baik di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Setelah ada kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) kehadiran Chatbot Gisa akan membantu mewujudkan pelayanan yang baik sekaligus physical distancing, jaga jarak fisik.

"Dengan Chatbot Gisa, masyarakat bisa bertanya layaknya percakapan dengan seorang petugas. Gisa akan selalu memberi informasi akurat yang bersumber dari Dukcapil,” ujar Tito dalam keterangan resmi, Sabtu (28/3/2020).

Gisa merupakan teknologi artificial intelligence (AI) untuk layanan Adminduk yang akan membantu mewujudkan layanan online dan physical distancing. Tito menambahkan, masyarakat saat ini membutuhkan informasi yang cepat dan akurat.

Melalui pencarian di web, informasi sering kali tidak akurat, karena belum tentu sumbernya resmi dan bisa saja sudah kadaluarsa karena ada perubahan aturan.

"Dengan informasi yang lengkap ini, masyarakat terhindar bolak-balik ke kantor layanan karena persyaratan yang tidak lengkap," tambahnya.

Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan bahwa Chatbot Gisa adalah hasil kerja sama antara Ditjen Dukcapil dengan KORPRI, Gisa ada di aplikasi android AKUI. Aplikasi ini sangat mudah diakses dan bisa diunduh secara gratis melalui Google Playstore dengan kata kunci AKUI.

Dengan memanfaatkan Chatbot Gisa, Dukcapil dapat terus melayani masyarakat dan tetap menerapkan standar informasi. Informasi terkait pelayanan di Kantor Layanan Dukcapil, seperti prosedur pembuatan KTP dan KK, syarat-syarat pencatatan pernikahan, akta kelahiran, informasi biaya, dan sebagainya, dapat diperoleh dari Gisa secara cepat dan akurat.

Dalam beberapa waktu ke depan, masing-masing Kantor Layanan Dukcapil akan secara khusus meningkatkan pelayanan publik di daerahnya dengan memberikan informasi spesifik seperti lokasi kantor layanan, nomor kontak petugas, informasi waktu penyelesaian, serta menerima masukan dari masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendagri Virus Corona
Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top