Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

China Tutup Akses Pendakian Gunung Everest Akibat Virus Corona

Pada umumnya, izin mendaki dikeluarkan oleh Asosiasi Gunung Tibet China (China Tibet Mountaineering Association), namun konfirmasi resmi dari pemerintah China belum tersedia.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 12 Maret 2020  |  19:30 WIB
China Tutup Akses Pendakian Gunung Everest Akibat Virus Corona
Menuju Gunung Everest dari Nepal - iciclesadventuretreks.com

Bisnis.com, JAKARTA - China memberlakukan penutupan jalur pendakian Gunung Everest musim ini di tengah kekhawatiran dan risiko tinggi penyebaran virus corona.

Dilansir melalui abcnews.go.com , sejumlah sumber telah mengkonfirmasi kebijakan ini. Pendaki kini tidak dapat melakukan pendakian dari sisi utara, kawasan Tibet yang dikuasai oleh China, ketika negara tersebut sedang memerangi wabah virus.

Sementara itu, jalur dari Nepal masih terbuka untuk para pendaki. Pada umumnya, izin mendaki dikeluarkan oleh Asosiasi Gunung Tibet China (China Tibet Mountaineering Association), namun konfirmasi resmi dari pemerintah China belum tersedia.

"Kita tidak pernah ingin hal ini [penutupan] terjadi, tapi dalam situasi seperti ini, kebijakan tersebut adalah hal yang tepat. Jika terjadi wabah covid-19 di base camp, kondisinya akan berbaya," ujar CEO Alpenglow Expeditions, seperti dikutip melalui ABC News, Kamis (12/3).

Meskipun orang yang akan mendaki Everest biasanya sehat, menempatkan mereka pada kondisi di mana virus corona akan menambah risiko dari infeksi saluran pernapasan atas yang kadang-kadang berdampak pada paru-paru, serta sistem pernapasan atas yang melemah secara dramatis di ketinggian akan berakibat fatal.

Selama ini, sisi utara Everest sering dianggap sebagai medan yang lebih aman bagi para pendaki untuk menghindari medan yang lebih menantang di sisi selatan. Selain itu, Beijing memiliki aturan yang lebih ketat dari Nepal terkait izin mendaki.

Tahun ini, menurut Ballinger, hanya ada 300 izin yang dikeluarkan dengan harga perizinan yang naik dua kali lipat dari US$9.500 menjadi US$18.500.

Meskipun sisi utara ditutup, pendaki lain ternyata masih antusias untuk berangkat menuju puncak Everest.

"Tidak ada alasan untuk tidak pergi dan mendaki Everest selama jalur di Nepal tetap buka dan tidak ada kasus penyebaran yang serius," ujar pendaki gunung asal AS, Garrett Madison.

Madison mengatakan dia akan tetap pergi melakukan ekspedisi tanpa keraguan dan menyampaikan bahw Nepal sudah mengeluarkan pembatasan visa untuk negara-negara yang terdampak paling parah dari infeksi virus corona.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung
Editor : Mia Chitra Dinisari

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top