Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bareskrim Polri Limpahkan 2 Tersangka Eks Bos Tiga Pilar Sejahtera

Bareskrim Polri melimpahkan tahap dua berupa barang bukti dan dua tersangka atas nama dua mantan Direktur AISA Budhi Istanto Suwito dan Stefanus Joko Mogoginta ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 18 Februari 2020  |  01:25 WIB
Wartawan menghadiri jumpa pers yang digelar oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Food TBK terkait PT Induk Beras Unggul (IBU) pada kasus beras oplosan, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/7). - ANTARA/Muhammad Adimaja
Wartawan menghadiri jumpa pers yang digelar oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Food TBK terkait PT Induk Beras Unggul (IBU) pada kasus beras oplosan, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/7). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri melimpahkan tahap dua berupa barang bukti dan dua tersangka atas nama dua mantan Direktur AISA Budhi Istanto Suwito dan Stefanus Joko Mogoginta ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Kanit Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, AKBP Syamsul Huda mengatakan perkara tersebut dan dua tersangka penggunaan empat lembar deposito itu kini telah menjadi wewenang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Para tersangka, menurutnya kini telah menjadi tahanan Kejaksaan untuk segera diadili ke Pengadilan.

"Betul sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, setelah dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka jadi yang berwenang JPU dilakukan penahanan," tuturnya, Senin (17/2/2020).

Dia menjelaskan posisi perkara tersebut berawal ketika korban melaporkan kedua tersangka terkait penggunaan 4 lembar deposito dengan nomor laporan polisi LP/B/1508/XI/2018/Bareskrim ter tanggal 19 November 2018 lalu.

Belakangan diketahui, deposito tersebut milik PT Putra Taro Paloma selaku produsen makanan ringan Taro yang digunakan tersangka sebagai jaminan pembiayaan musyarakah PT Great Egret Capital (GEC) di Bank BRI Syariah.

"Ini perkara penggunaan deposito 3 pilar. Lalporan 2018 November tapi kejadiannya dari tahun 2015-2018," katanya.

Syamsul mengakui selama ditetapkan tersangka, kedua pelaku itu tidak ditahan tim penyidik Polri, karena penahanannya ditangguhkan. Menurutnya, kedua tersangka baru mulai ditahan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

"Pada saat kita tetapkan sebagai tersangka kita lakukan penahanan tapi setelah ditahan karena pemeriksaan sudah dianggap selesai sebagai tersangka, dilakukan penangguhan," ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Andhi Ardhani mengakui bahwa pihaknya masih belum mendapatkan info mengenai para tahanan yang dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Menurut Andhi, pihaknya akan melakukan pengecekan lebih dulu kepada jajarannya untuk menghimpun informasi tersebut.

"Nanti ya, saya himpun informasinya dulu," tuturnya.

Keduanya disangkakan melanggar pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP No. 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tiga pilar sejahtera food pencucian uang
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top