Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siemens Antisipasi Pelemahan Pasar Tahun Ini

Siemens AG memperkirakan pelemahan kinerja akan berlanjut, setelah laba kuartal akhir tahun lalu meleset dari perkiraan akibat penurunan tajam di bisnis otomotif, energi, dan pembuatan mesin.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  21:45 WIB
Siemens Antisipasi Pelemahan Pasar Tahun Ini
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Siemens AG memperkirakan pelemahan kinerja akan berlanjut, setelah laba kuartal akhir tahun lalu meleset dari perkiraan akibat penurunan tajam di bisnis otomotif, energi, dan pembuatan mesin.

Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis Siemens AG, dikutip dari Bloomberg, Rabu (5/2/2020), pendapatan sebelum dipotong bunga, pajak, dan amortisasi dari bisnis industrial merosot 30 persen menjadi 1,43 miliar euro (US$1,58 miliar).

Angka tersebut berbanding jauh dengan rata-rata proyeksi analis yang memperkirakan pendapatan perusahaan ini bakal mencapai 1,88 miliar euro.

Siemens memproyeksikan penurunan moderat pada bisnis software dan otomatisasi pada tahun ini, pelemahan yang sudah terlihat nyata pada kuartal akhir tahun lalu.

Perusahaan terbesar di Eropa ini juga harus menghadapi penurunan industri otomotif lebih tajam dan berpotensi tertekan akibat merebaknya virus Corona di China.

Rilis terkait pendapatan perusahaan ini diumumkan bersamaan dengan pertemuan pemegang saham tahunan,. Dalam pertemuan ini, Chief Executive Officer Joe Kaeser dipastikan mendapatkan tekanan dari aktivis lingkungan untuk menarik kontrak memasok peralatan ke perusahaan tambang batu bara Australia. Kontroversi itu bahkan memicu protes keras dari Greenpeace.

Sebelumnya, Siemens mengumumkan pihaknya akan meningkatkan kepemilikannya atas Siemens Gamesa Renewable Energy SA, sebuah perusahaan pembuat turbin angin. Hal itu dilakukan dengan pembelian saham Iberdrola SA senilai 1,1 miliar euro.

Seusai pemisahan bisnis energi, Siemens akan fokus pada bisnis pembuatan rel dan peralatan distribusi daya, serta perangkat lunak otomasi industri.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

siemens

Sumber : Bloomberg

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top