Andre Rosiade Bantah Pesan Wanita Pakai Aplikasi MiChat di Padang

Politisi Partai Gerindra Andre Rosiade membantah dirinya telah memesan dan menjebak PSK berinisial NN melalui aplikasi MiChat di salah satu kamar hotel di Kota Padang Sumatera Barat pada 26 Januari 2020.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  20:41 WIB
Andre Rosiade Bantah Pesan Wanita Pakai Aplikasi MiChat di Padang
Politisi Gerindra Andre Rosiade. - JIBI/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA - Politisi Partai Gerindra Andre Rosiade membantah dirinya telah memesan dan menjebak PSK berinisial NN melalui aplikasi MiChat di salah satu kamar hotel di Kota Padang Sumatera Barat pada 26 Januari 2020.

Andre menyebut dirinya sama sekali tidak pernah memesan PSK melalui aplikasi MiChat. Menurut Andre, alasan dirinya berada di hotel itu adalah untuk ikut serta anggota Polri dari Polda Sumatera Barat bersama sejumlah pewarta untuk melakukan penggebekan di kamar nomor 606 yang dijadikan tempat protitusi oleh wanita berinisial NN yang kini berstatus tersangka.
 
"Saya sama sekali tidak ada pesan kamar hotel atau pesan perempuan itu. Malah saya yang buat laporan ada prostitusi di kamar hotel itu," tuturnya kepada Bisnis, Selasa (4/2).
 
Andre menceritakan bahwa dirinya mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai ada praktik prostitusi online yang terjadi di wilayah Dapil-nya. Selanjutnya, Andre mengadukan hal tersebut ke Polda Sumatera Barat.
 
"Setelah saya buat laporan, anggota Polda Sumbar langsung bergerak cepat dan menindaklanjuti apa yang saya laporkan. Saya, anggota Polri dan para wartawan ikut proses penggebrekan itu," katanya.
 
Dia mengaku belum mengetahui alasan berita itu viral di media sosial hari ini, padahal peristiwanya sudah terjadi sejak 26 Januari 2020. Namun, dia menduga ada sejumlah pihak yang tidak suka dengan dirinya dan ingin memfitnahnya.
 
"Saya menduga ada pihak-pihak yang tidak terima dengan aksi saya mengungkap prostitusi online itu dan memfitnah saya. Tapi tidak apa-apa, ini bagian dari risiko perjuangan," ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Kombes Polisi Stefanus Satake Bayu Setianto mengungkapkan politisi Partai Gerindra itu tidak pernah membuat laporan apapun ke Polda Sumatera Barat mengenai ada prostitusi online di Kota Padang.
 
"Dia (Andre Rosiade) tidak buat laporan apapun. Kami melakukan penggerebekan itu berdasarkan laporan dari masyarakat," tuturnya kepada Bisnis, Selasa (4/2).
 
Stefanus masih merahasiakan sosok laki-laki yang berada di dalam kamar 606 bersama tersangka NN. Dia hanya menjelaskan bahwa NN bersama mucikarinya berinisial AF telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan selama 20 hari ke depan.
 
"Andre Rosiade hanya ingin membuktikan kalau prostitusi online di Kota Padang itu ada," katanya.
 
Sebelumnya beredar informasi viral di media sosial bahwa politisi Partai Gerindra Andre Rosiade telah memesan seorang wanita berinisial NN dengan harga sebesar Rp800.000 melalui aplikasi MiChat pada 26 Januari 2020 di Kota Padang, Sumatera Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gerindra

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top