Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Taiwan Minta China Berbagi Informasi Virus Corona

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen meminta China pada hari Rabu (22/1/2020) untuk berbagi informasi yang benar tentang virus corona serta meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk tidak mengecualikan Taiwan dari kolaborasi alasan politik.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  12:17 WIB
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen - Reuters
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Taiwan Tsai Ing-wen meminta China pada hari Rabu (22/1/2020) untuk berbagi informasi yang benar tentang virus corona serta meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk tidak mengecualikan Taiwan dari kolaborasi alasan politik.

Pihak berwenang telah mengkonfirmasi lebih dari 400 kasus virus di China, kebanyakan dari mereka berada di pusat Kota Wuhan tempat virus pertama kali muncul pada akhir 2019. Sembilan orang meninggal dunia.

Virus tersebut telah menyebar ke kota-kota termasuk Beijing dan Shanghai, dengan kasus-kasus telah dikonfirmasi di Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan juga Taiwan.

Taiwan bukan anggota WHO karena keberatan China, yang menganggap pulau itu provinsi China tanpa hak untuk berpartisipasi dalam organisasi internasional kecuali jika mereka menerima Taiwan adalah bagian dari China.

Dalam wawancara setelah konfirmasi kasus pertama virus corona di Taiwan, Tsai mengatakan China harus memenuhi kewajiban internasionalnya dan berhrarap adanya transparansi dan bahwa China akan "berbagi dengan Taiwan informasi yang benar tentang virus tersebut.”

"Ini juga bermanfaat bagi rakyat China. Kami percaya bahwa pertimbangan politik tidak harus dilakukan sebelum melindungi orang," katanya, seperti dikutip Reuters.

Taiwan adalah bagian dari komunitas internasional dan menghadapi tantangan dan risiko kesehatan yang sama dengan semua orang, kata Tsai.

"Saya kembali menyerukan kepada WHO untuk tidak mengecualikan Taiwan karena faktor politik. Taiwan berada di garis depan pencegahan epidemi global. Perlu ada ruang di WHO untuk partisipasi Taiwan," lanjutnya.

Hubungan antara Taipei dan Beijing telah menurun sejak Tsai mulai menjabat pada tahun 2016. China mencurigainya mendorong kemerdekaan formal pulau tersebut. Tsai mengatakan Taiwan sudah menjadi negara merdeka yang disebut Republik China.

Kantor WHO di Beijing belum dapat dimintai komentar, tetapi juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan dalam email kepada Reuters bahwa Taiwan terus diberi informasi.

"Otoritas Taiwan, termasuk para ahli kesehatan, perlu diinformasikan melalui saluran lintas yang terhubung dengan Peraturan Kesehatan Internasional. WHO diberitahu bahwa ada kontak lintas selat mengenai masalah ini," ungkapnya.

Wakil kepala Komisi Kesehatan Nasional China, Li Bin, mengatakan kepada wartawan di Beijing sebelumnya bahwa para ahli dari Taiwan telah diundang untuk mengunjungi Wuhan dan telah mendapatkan informasi yang diperlukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taiwan who
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top