Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polisi Belum Terima Laporan Terkait Asabri

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan ada dugaan korupsi bernilai Rp10 triliun di perusahaan asuransi pelat merah itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  18:49 WIB
Aktivitas layanan nasabah di kantor PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), di Jakarta. - Bisnis/Dedi Gunawan
Aktivitas layanan nasabah di kantor PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), di Jakarta. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Pihak Kepolisian mengaku belum menerima laporan terkait dugaan praktik korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata RI (Persero) alias Asabri.

"Sampai saat ini pihak kepolisian masih menunggu laporan-laporan dari pihak yang berkepentingan," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Polisi Asep Adisaputra seperti dilansir Antara, Senin (13/1/2020).

Namun, dia menyatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan yang terjadi terkait adanya dugaan korupsi tersebut.

Seperti diketahui, isu adanya dugaan korupsi di perusahaan asuransi pelat merah itu mencuat setelah Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan hal tersebut. Bahkan, dia menyebutkan dugaan korupsi itu bernilai Rp10 triliun.

Adapun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih terus mengaudit dugaan adanya kerugiaan negara di Asabri.

Asabri merupakan perusahaan asuransi jiwa bersifat sosial yang diselenggarakan secara wajib berdasarkan undang-undang dan memberikan perlindungan finansial untuk kepentingan prajurit TNI, anggota Polri, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Pertahanan (Kemenhan)/Polri.

Sebelumnya, kasus gagal bayar klaim jatuh tempo BUMN asuransi lainnya, PT Asuransi Jiwasraya (Persero), telah lebih dulu menarik perhatian publik. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asabri polisi

Sumber : Antara

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top