Dugaan Korupsi PT Asabri Rp10 T, Mahfud MD Akan Panggil Sri Mulyani dan Erick Thohir

Dia menyebut dugaan korupsi PT Asabri tidak kalah fantastis dengan kasus gagal bayar yang mendera Jiwasraya. Pihaknya akan segera memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk mendalami kasus tersebut.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  16:55 WIB
Dugaan Korupsi PT Asabri Rp10 T, Mahfud MD Akan Panggil Sri Mulyani dan Erick Thohir
Gedung Asabri - Ilustrasi/asabri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyebut adanya dugaan korupsi yang mendera PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata RI atau Asabri (Persero). Dugaan korupsi tersebut mencapai Rp10 triliun lebih.

Dia menyebut dugaan korupsi PT Asabri tidak kalah fantastis dengan kasus gagal bayar yang mendera Jiwasraya. Pihaknya akan segera memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk mendalami kasus tersebut.

“Kita tidak boleh toleran terhadap korupsi itu. Kita akan segera panggil Ibu Sri Mulyani dan Pak Erick Thohir untuk menanyakan duduk masalahnya. Kalau memang ada masalah hukum, ya kita giring ke pengadilan,” katanya di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Dia menyayangkan adanya dugaan korupsi di PT Asabri. Pasalnya BUMN tersebut selama ini mengelola dan asuransi maupun pensiun para prajurit baik TNI maupun Polri termasuk PNS di Kementerian Pertahanan.

Para prajurit kata dia, selayaknya tidak boleh disengsarakan. Setelah berada di medan tempur dan lama meninggalkan rumah, mereka memiliki hak yang harus diterima setelah pensiun.

“Setelah saya dengar selintas dari pejabat yang berwenang, Nah kayaknya iya. Nah kalau iya, jangan didiamkan. Mari kita giring ke proses hukum, dan supaya diungkap ya,” terangnya.

Meski begitu, dirinya meminta agar masyarakat tidak perlu berspekulasi siapa sosok yang berada di balik dugaan korupsi tersebut.

Pasalnya Presiden Jokowi lanjut Mahfud, telah memerintahkan seluruh jajaran untuk menggebuki para koruptor dan tidak ditutup-tutupi. “Jadi kalau orang selalu curiga, kasih ke saya siapa yang terlibat, saya antarkan nanti ke KPK, atau ke Kejaksaan,” katanya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asabri

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top