Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Partai Komunis China Perintahkan Larangan Penggunaan Teknologi Asing

Partai Komunis China memerintahkan semua instansi negara untuk mengganti perangkat keras dan perangkat lunak asing dalam waktu tiga tahun, menurut laporan Financial Times.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  10:23 WIB
Partai Komunis China - Istimewa
Partai Komunis China - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Komunis China memerintahkan semua instansi negara untuk mengganti perangkat keras dan perangkat lunak asing dalam waktu tiga tahun, menurut laporan Financial Times.

Langkah itu bertujuan untuk menghantam perusahaan-perusahaan besar AS termasuk Microsoft, Dell dan HP.

Kebijakan itu dijuluki "3-5-2" karena penggantian teknologi akan terjadi pada kecepatan 30 persen pada 2020, 50 persen pada 2021, dan 20 persen pada 2022, menurut surat kabar itu merujuk keterangan China Securities seperti dikutip CNBC.com, Selasa (10/1/2019).

Analis memperkirakan bahwa 20 juta hingga 30 juta keping peralatan asing harus diganti di China.

China Securities mengatakan bahwa perintah itu datang dari Kantor Pusat partai Komunis China awal tahun ini, menurut FT.

Meski arahan itu tidak dipublikasikan secara laus, namun dua perusahaan cybersecurity mengatakan kepada FT bahwa klien pemerintah mereka memberitahu kebijakan itu kepada mereka.

China Securities tidak menanggapi permintaan komentar ketika dihubungi oleh CNBC. Sementara itu, Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China tidak segera tersedia untuk memberikan komentar ketika dihubungi oleh CNBC melalui faks.

Microsoft, HP dan Dell juga tidak bersedia tmenanggapi permintaan CNBC untuk memberikan komentar di luar jam kerja.

Neil Campling, kepala penelitian teknologi, media, dan telekomunikasi di Mirabaud Securities, mengatakan langkah Pemerintah China itu bertujuan untuk melindungi diri dari meningkatnya ketegangan dengan AS.

"Langkah itu bertujuan untuk memastikan operasi pemerintah China tidak terpengaruh oleh meningkatnya ketegangan dengan AS," kata Campling kepada CNBC.

Langkah Beijing itu dilatarbelakangi oleh perang dagang AS-Cina yang sedang berlangsung di mana teknologi telah menjadi isu terdepan dan utama.

Perusahaan teknologi China telah menjadi target tekanan AS. Awal tahun ini, Huawei ditempatkan pada daftar hitam AS, sehingga menghentikan perusahaan Amerika Serikat melakukan bisnis dengan raksasa jaringan telekomunikasi China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china microsoft partai komunis china
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top