Greenpeace: Ekosistem Spermonde Dirusak, Pemasukan Pariwisata Hilang

Pemerintah didesak menyelamatkan laut terutama kerusakan terumbu karang di Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan, karena bisa kehilangan potensi pemasukan dari sektor pariwisata.
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  20:18 WIB
Greenpeace: Ekosistem Spermonde Dirusak, Pemasukan Pariwisata Hilang
Penyelam menyusuri terumbu karang di Pulau Samalona, Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. - Antara/Dewi Fajriani

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah didesak menyelamatkan laut terutama kerusakan terumbu karang di Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan, karena bisa kehilangan potensi pemasukan dari sektor pariwisata.

Juru Kampanye Laut Greenpeace Indonesia Afdillah mengatakan pemerintah harus segera turun tangan untuk mencegah kerusakan lebih parah lagi pada ekosistem bawah laut Spermonde karena nilai manfaat ekonomi di sana sangat besar.

"Ekonomi ekosistem terumbu karang di perairan Spermonde dari beberapa penelitian mulai dari Rp30,36 juta menjadi Rp1,69 miliar per hektare per tahun. Bila rusak parah bukan cuma dialami nelayan, pelaku usaha perikanan tetapi juga pemerintah daerah kehilangan potensi pemasukan dari sektor pariwisata," kata Afdillah dari rilis diterima Bisnis pada Senin (2/11/2019).

Oleh karena itu, lanjutnya, Greenpeace meluncurkan petisi #SaveSpermonde untuk meminta pemerintah, pusat dan daerah mengambil langkah cepat penyelamatan kepulauan itu dari berbagai ancaman.

"Dengan penyelamatan Spermonde bisa menjadi titik awal dari tindakan serius untuk memulihkan dan menjaga ekosistem dan ruang laut nasional. Tidak hanya Spermonde, di Karawang juga contoh nyata kerusakan ekosistem pesisir dan bawah laut," ungkapnya.

Di Karawang, Jawa Barat, kata Afdillah, ada sumur dikelola Pertamina Hulu Energi mengalami kegagalan operasional sehingga minyak bocor tak terkendali membuat tumpahan minyak menyebar hingga Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. "Tumpahan minyak kembali terlihat di pesisir pantai utara Karawang."

Hal senada disampaikan Ketua Marine Science Diving Club (MSDC) Universitas Hasanuddin Muhammad Irfandi Arief. Dia mengatakan kualitas tiga pulau di Spermonde menurun karena kerusakan ekosistem.

"Data MSDC terbaru pada 2018, tutupan karang hidup Pulau Barrang Lompo tercatat 40% (kategori sedang), Pulau Barrang Caddi sebesar 38% (kategori sedang), dan Pulau Samalona sebesar 30% (kategori buruk). Hasil pengamatan kami di tiga pulau tersebut selama 9 tahun terakhir memperlihatkan tren data kondisi tutupan karang di kepulauan Spermonde mengalami penurunan,” ujar Irfandi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, terumbu karang

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top