Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Komnas HAM Singgung Perppu untuk Selesaikan Kasus HAM Masa Lalu

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyinggung tentang perlunya Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perppu tentang Pengadilan HAM Masa Lalu.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 28 November 2019  |  23:07 WIB
Ilustrasi - Jibiphoto
Ilustrasi - Jibiphoto

Bisnis.com, Jakarta - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyinggung tentang perlunya Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perppu tentang Pengadilan HAM Masa Lalu.

Menurut Anam Dengan Perppu itu, kasus pelanggaran HAM masa lalu akan cepat diselesaikan.

"Bagaimana menyelesaikan ini? Mau skema cepat atau lambat? Kalau skema cepat, Perppu," kata Anam ditemui di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

Dia mengatakan sudah ada unsur kegentingan bila Jokowi hendak menerbitkan Perppu tentang Pengadilan HAM Masa Lalu.

Menurut Anam tanpa penyelesaian yang cepat kasus pelanggaran HAM masa lalu bakal sulit dituntaskan. Hal ini lantaran pihak terkait kasus pelanggaran HAM masa lalu berpotensi meninggal sebelum persoalan dituntaskan.

"Menyelesaikan pelanggaran HAM berat itu penting. Kalau tidak? Semakin lama semakin tidak diselesaikan. Pelaku mati, korban mati, saksi mati, terus dengan siapa menyelesaikannya," ucap dia.

Anam melanjutkan pemerintah perlu membangun pondasi negara di atas kebenaran. Menurutnya sejarah bangsa tidak akan pernah terkuak tanpa penuntasan pelanggaran HAM masa lalu.

"Nanti negara kehilangan kesempatan emas untuk membangun negara ini dengan pondasi kebenaran. Di situlah Perppu jawaban," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komnas ham
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top