Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dituduh Salahgunakan Jabatan, Menpora Malaysia Syed Saddiq Siap Mundur

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq menyatakan akan siap mengundurkan diri jika terbukti melakukan penyalahgunaan kekuasan dalam tender setara Rp23,6 miliar.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 26 November 2019  |  06:51 WIB
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq (kiri) pada 2018. - ANTARA/Bayu Prasetyo
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq (kiri) pada 2018. - ANTARA/Bayu Prasetyo

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Belia dan Sukan (Pemuda dan Olahraga) Malaysia Syed Saddiq menyatakan akan siap mundur jika terbukti melakukan penyalahgunaan kekuasaan.

Dikutip dari The Star Online, Selasa (26/11/2019), pernyataan itu dikatakannya terkait dengan tuduhan  penyalahgunaan kekuasaan dalam pemberian kontrak senilai RM7 juta (sekitar Rp23,6 miliar) untuk menjalankan lembaga keterampilan pemuda nasional (IKBN) di tiga negara bagian.

Menteri yang berusia 26 tahun itu mengaku tidak takut akan dampak apapun karena kontrak tersebut diberikan sesuai dengan prosedur operasi standar. Antara lain yakni adanya sistem tender terbuka serta adanya evaluasi tender secara transparan oleh komite yang ditunjuk berdasarkan kriteria yang ditetapkan.

“Jika ada bukti penyalahgunaan kekuasaan atau penyelewengan dan jika komisi anti korupsi Malaysia (MACC) dapat membuktikannya, saya akan menjadi orang pertama yang mengundurkan diri. Saya tidak takut,” katanya ketika menjawab politisi Malaysia Mohd Shahar Abdullah (Barisan Nasional Paya Besar, yang berulang kali bertanya apakah Syed akan mundur dengan adanya tuduhan tersebut.

Mohd Shahar menuding tender untuk IKBN di wilayah Melaka, Selangor, dan Perlis diberikan kepada perusahaan yang terafiliasi dengan Syed Saddiq.

Selain itu, politisi lainnya yakni Jalaluddin Alias (Barisan Nasional Jelebu) juga telah mengangkat isu yang sama dan mengatakan bahwa dia memiliki bukti bahwa kontrak senilai RM7 juta tersebut telah diberikan kepada perusahaan tersebut.

Atas tuduhan itu, Syed menegaskan bahwa dirinya maupun para pegawainya juga tidak terlibat dalam proses tender.

“Hanya tender yang disetujui pada tahap evaluasi yang dianggap memenuhi syarat untuk ditunjuk. Dalam tender terbuka, perusahaan dapat berpartisipasi dalam lebih dari satu tender dan mereka yang lulus tahap evaluasi berhak ditunjuk,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top