Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RI Ingin Wujudkan Rencana Kerja Sama Ristek dengan Swedia

Duta Besar RI untuk Swedia Bagas Hapsoro bertemu dengan Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P.S. Brodjonegoro guna menindaklanjuti rencana kerja sama riset dan teknologi lebih jauh antara Indonesia dan Swedia.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 22 November 2019  |  02:00 WIB
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar RI untuk Swedia Bagas Hapsoro bertemu dengan Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang P.S. Brodjonegoro guna menindaklanjuti rencana kerja sama riset dan teknologi lebih jauh antara Indonesia dan Swedia. 
 
Nota kesepahaman (MoU) sebelumnya telah ditandatangani antara Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Indonesia dengan Kementerian Pendidikan dan Riset Swedia pada 4 Oktober 2017.
 
Dubes RI untuk Swedia Bagas Hapsoro mengatakan langkah setelah MoU riset dan teknologi kedua negara ditandatangani adalah pembentukan komite bersama untuk mengimplementasikan kerja sama, seperti program riset dan inovasi bersama, kolaborasi antarinstitusi penelitian, pengembangan kapasitas melalui pertukaran pakar dan ahli, dan lain-lain.
 
"Swedia sebagai negara yang sangat maju dalam teknologi, tentunya dapat menjadi benchmark bagi peningkatan kemanfaatan teknologi tinggi untuk kemaslahatan rakyat Indonesia. Sorotan utama tentunya riset dan teknologi dalam bidang energi, ICT [information and communications technology], waste to energy, dan sustainable development," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (21/11/2019).
 
Sementara itu, Bambang menyatakan Swedia merupakan negara inovasi yang menerapkan triple helix, yakni kerja sama antara universitas, pemerintah, dan sektor swasta. 
 
"Terlihat kan itu inovasi yang dihasilkan IKEA dan industri Swedia lainnya. Dan untuk MoU, kita akan teruskan," ujarnya.
 
Hubungan diplomatik Indonesia-Swedia yang akan memasuki usia 70 tahun pada 2020  menurut rencana akan diperingati dengan mengadakan kompetisi inovasi. 
 
Bambang berpendapat kompetisi itu dapat menjadi awal inovasi yang berkontribusi pada industri di Indonesia. Adapun Bagas berharap proposal penelitian mengupas bidang-bidang yang memberi manfaat dan berdampak besar bagi kedua negara, seperti energi, lingkungan hidup, dan pengelolaan sampah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ristek
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top