Festival Indonesia Digelar Lagi di Canberra, Eratkan Hubungan RI-Australia

Kelezatan kuliner dan keindahan budaya Nusantara kembali dihelat dalam Festival Indonesia 2019 yang digelar KBRI Canberra. Kegiatan itu berhasil menyedot perhatian warga ibu kota Australia.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 19 November 2019  |  20:24 WIB
Festival Indonesia Digelar Lagi di Canberra, Eratkan Hubungan RI-Australia
Sajian tarian Papua di Festival Indonesia di Canberra, Australia. - KBRI Canberra

Bisnis.com, JAKARTA – Kelezatan kuliner dan keindahan budaya Nusantara kembali dihelat dalam Festival Indonesia 2019 yang digelar KBRI Canberra. Kegiatan itu berhasil menyedot perhatian warga ibu kota Australia.

Siaran pers KBRI Canberra, Selasa (19/11/2019), menyebutkan lebih dari 6.000 pengunjung memadati Festival Indonesia, bahkan ada yang berasal dari Sydney yang berjarak sekitar 300 km dari Canberra. 

Festival Indonesia menyuguhkan enam atraksi utama yakni panggung budaya, lapak kuliner Indonesia, kampung Bali, workshop gamelan Jawa, pameran seni dan berbagai produk Indonesia, serta kids corner dan photo booth.

Di panggung budaya, beragam tarian, peragaan busana, dan pertunjukan dari Sabang sampai Merauke, ditampilkan, mulai dari tari Saman dan Seudati dari Aceh, tari Perdamaian serta fashion show batik dan baju adat dari Papua, tari Sigulempong dan tari Pulau Samosir dari Sumatra Utara, tari dan lagu Senandung Tanah Babasal dan fashion show tradisional khas Banggai, hingga peragaan silat Perisai Diri.

Para penampil dalam festival ini didatangkan khusus dari Indonesia dengan dukungan penuh dari Bhayangkari Pusat, Polda Sumut, Polda Papua, dan Polda Papua Barat, Pemprov Aceh, dan Pemkab Banggai.

Menurut Duta Besar RI untuk Australia Kristiarto Legowo, Festival Indonesia bertujuan membawa suasana Indonesia lebih dekat kepada masyarakat Australia.  

"Dengan mendatangi festival ini, publik di Australia dapat langsung merasakan, melihat, dan memperoleh pengalaman langsung tentang kekayaan kuliner, seni budaya, dan pariwisata Indonesia," ujar Kristiarto yang dikenal jago bermusik dan menyanyi.

Acara itu dihadiri sejumlah dubes negara sahabat, seperti Brunei Darussalam, Vietnam, Timor Leste, Filipina, Rusia, Georgia, Jordania, Kuwait, Maroko, Laos, Swiss, Iran, Finlandia, Palestina, Iran, Zimbabwe, Pantai Gading, dan perwakilan Pemerintah Australia.

Para pengunjung juga dapat menyaksikan para seniman Papua yang secara elok mengukir dan memahat patung.

Beragam kuliner khas Indonesia ditawarkan dalam festival, seperti martabak dan kue pukis, Salero Minang rendang, sate padang, sate ayam, gulai kikil dan paru balado, nasi pecel, urap, ayam penyet dan rawon, pempek, mi celor,dan tekwan.

Para pengunjung bahkan rela antre panjang di bawah terik matahari musim panas Australia demi mendapatkan sajian masakan Indonesia.

Indonesia dan Australia tengah merayakan 70 tahun pembukaan hubungan diplomatik.

Dalam usia hubungan bilateral yang telah mapan ini, kemitraan kedua negara telah semakin meningkat dengan peningkatan status menjadi Comprehensive-Strategic Partnership tahun lalu, serta penandatanganan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) Maret 2019.

Melalui Festival Indonesia, KBRI Canberra berupaya semakin mendekatkan hubungan antara masyarakat Indonesia dengan Australia dengan membawa sajian terbaik dari Indonesia ke publik Canberra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hubungan bilateral, australia

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top