Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Cabut Larangan Impor Unggas AS

China mencabut larangan, yang berlaku selama empat tahun terakhir, untuk pengiriman unggas asal AS, sebuah tanda kecil dari kemajuan kesepakatan perdagangan pada saat pembelian pertanian masih menjadi titik penting dalam negosiasi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 15 November 2019  |  14:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- China mencabut larangan, yang berlaku selama empat tahun terakhir, untuk pengiriman unggas asal AS, sebuah tanda kecil dari kemajuan kesepakatan perdagangan pada saat pembelian pertanian masih menjadi titik penting dalam negosiasi.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Pertanian AS Sonny Perdue mengatakan dalam sebuah pernyataan, ekspor Amerika ke negara Asia itu diproyeksikan mencapai US$1 miliar per tahun.

Saham produsen ayam Pilgrim's Pride Corp melonjak sebanyak 4,7%, dan Sanderson Farms Inc. naik sebanyak 6,6%.

"Mencabut larangan itu telah menjadi prioritas utama industri unggas AS selama empat tahun terakhir. Kebijakan ini merupakan peluang signifikan bagi produsen ayam dan kalkun AS," kata Dewan Ayam Nasional, Federasi Kalkun Nasional dan Dewan Ekspor Unggas dan Telur AS dalam sebuah pernyataan, dikutip melalui Bloomberg, Jumat (15/11).

Menurut data dari kelompok ini, pada puncaknya, nilai tahunan ekspor unggas dari AS ke China adalah sebesar US$71 juta untuk kalkun dan US$722 juta untuk ayam.

Kesepakatan tentang unggas telah menjadi pembicaraan lanjutan di antara kedua ekonomi terkuat dunia saat mereka melakukan negosiasi untuk kesepakatan perdagangan parsial.

Awal bulan ini, Departemen Pertanian AS mengatakan akan menghapus pembatasan pengiriman unggas China.

Menurut penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow, kesepakatan dagang fase awal yang masih harus ditandatangani oleh China dan AS masih butuh beberapa penyesuaian namun dia pastikan tidak akan butuh waktu lama.

"Para negosiator China masih menolak proposal dari AS untuk memberikan target pembelian produk pertanian secara bulanan, triwulanan dan tahunan," ujar seorang sumber.

Pancabutan larangan pasokan produk pertanian Amerika kemungkinan akan menjadi kemenangan besar bagi petani dan pengolah daging AS.

Langkah ini dilakukan ketika demam babi Afrika menghancurkan kawanan babi di China, konsumen daging babi terbesar di dunia.

Beijing dengan cepat meningkatkan impor dagingnya untuk membantu memenuhi kesenjangan pasokan protein.

Pada 2015, China melarang impo unggas AS karena wabah flu burung yang sangat patogen.

Hampir semua larangan nasional lainnya setelah wabah tersebut berakhir telah dicabut. Sebelum 2015, pengiriman AS tunduk pada kebijakan anti-dumping dan anti-subsidi.

"Keputusan untuk menghapus larangan itu sangat positif dari JBS SA, di AS, khususnya pada unit usaha produksi unggas Pilgrim’s Pride, karena akan menyebabkan nilai tambah pada penjualan," kata CEO JBS USA Andre Nogueira dalam panggilan konferensi dengan investor.

China biasanya membeli potongan yang memiliki permintaan rendah di pasar domestik AS, seperti kaki ayam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor china perang dagang AS vs China
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top