Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Beda Pilihan, PKS dan Nasdem Bisa Bersinergi

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap berniat berkolaborasi dengan Partai Nasdem kendati tidak berada dalam barisan partai politik pendukung pemerintah.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 31 Oktober 2019  |  06:53 WIB
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai menyampaikan hasil pertemuan tertutup kedua partai di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). - Antara
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai menyampaikan hasil pertemuan tertutup kedua partai di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap berniat berkolaborasi dengan Partai Nasdem kendati tidak berada dalam barisan partai politik pendukung pemerintah.

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman meyakini bahwa perbedaan pilihan politik akan berdampak positif dalam iklim demokrasi Indonesia. Menurut dia perbedaan pilihan politik seharusnya tidak menghambat sinergi dalam membangun bangsa.

"Nasdem di dalam pemerintahan, kami di luar pemerintahan. Itu tidak menyebabkan kami bermusuhan dan saling menjatuhkan, tapi kami bisa bersinergi di dalam maupun di luar pemerintah," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/10/2019).

Sohibul menyampaikan pernyataan itu seusai kunjungan DPP Nasdem ke DPP PKS. Rombongan Nasdem dipimpin langsung oleh Ketua Umum Surya Paloh.

Sohibul mengatakan pertemuan tersebut dalam rangka ikhtiar sesama partai politik untuk bisa membangun demokrasi yang lebih baik dan sehat.

Belakangan ini, kata bekas Wakil Ketua DPR tersebut, dengan mudahnya dua kubu berbeda dituduh bermusuhan. 

Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kedua kiri) bersama Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (tengah), Sekjen partai Nasdem Johnny G Plate (kiri) dan Sekjen PKS Mustafa Kamal (kanan) foto bersama usai menyampaikan hasil pertemuan tertutup kedua partai di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10/2019)./Antara

"Kami harapkan perbedaan pilihan politik ini menjadi sumbangan dari kedua partai ini sebagai pendidikan politik Indonesia. Semoga hal yang sama bisa diikuti oleh partai lainnya," ucapnya.

Surya Paloh juga bersepakat dengan Sohibul. Menurut dia, demokrasi memerlukan mekanisme saling mengawasi dan mengimbangi berjalan dengan baik.

"Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang membutuhkan checks and balances. Kedua, pemerintah yang sehat adalah pemerintah yang bisa menerima pemikiran-pemikiran yang mengkritisi," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo tidak memasukkan kader PKS dalam Kabinet Indonesia Maju. Alhasil, PKS menjadi kekuatan oposisi di DPR.

Sebaliknya, Nasdem mendapatkan jatah tiga kursi menteri. Mereka adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, serta Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pks nasdem
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top