Pengembangan Kampus Agama Islam dari SBSN Rp1,27 Triliun Dikebut

Pembangunan sarana dan prasarana 35 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dipercepat agar selesai pada akhir Desember 2019.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 30 Oktober 2019  |  19:00 WIB
Pengembangan Kampus Agama Islam dari SBSN Rp1,27 Triliun Dikebut
Ilustrasi

Bisnis.com, SEMARANG—Pembangunan sarana dan prasarana 35 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dipercepat agar selesai pada akhir Desember 2019.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, optimisme percepatan pembangunan ini mencuat dalam Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi dan Koordinasi SBSN pada Rabu (30/10/2019).

Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Ruchman Basor,i berharap para pengelola proyek SBSN melakukan langkah-langkah percepatan agar program ini dapat selesai tepat waktu.

SBSN Tahun 2019 yang diamanahkan kepada Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama digunakan untuk membangun sarana prasarana pendidikan di 35 PTKIN dengan jumlah anggaran Rp1.269,87 miliar atau Rp1,27 triliun

“Total ada pengembangan 38 gedung kuliah, 5 gedung perpustakaan,  4 laboratorium, 4 auditorium, dan 1 gedung mahad aly,” paparnya, Rabu (30/10/2019).

Dalam 5 tahun terakhir, anggaran SBSN untuk pengembangan sarana dan prasarana PTKIN mencapai Rp4,8 triliun.

Wakil Rektor Bidang Adminsitrasi Umum Perencanaan dan Keuangan IAIN Pekalongan Zaenal Mustaqim, mengatakan pihaknya optimis dapat menyelesaikan proyek pembangunan. Sampai saat ini, proyek tersebut sudah rampung di atas 50 persen.

“Tim IAIN Pekalongan terus melakukan langkah-langkah percepatan yang diperlukan, seperti mengubah metode pekerjaan, menambah personil/tenaga kerja, dan menambah shift pekerjaan,” tuturnya.

Rektor IAIN Padangsidempuan Ibrahim Siregar, mengatakan proyek SBSN telah meningkatkan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan di kampusnya. Hal ini mmebuat kegiatan belajar mengajar kian kondusif.
 
“Kami merasa pede dan berbangga hati dengan adanya pembangunan sarpras dengan dana SBSN dan kami berterima kasih kepada Kemenag, Bappenas dan Kementerian Keuangan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kampus, Obligasi Pemerintah, sbsn, iain

Sumber : kemenag.go.id

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top