Bupati Lampung Utara Ditangkap KPK, Bekas Sekretaris Lurah Ini Punya Harta Miliaran

Agung Ilmu Mangkunegara merangkak dari bawah sebelum menjadi Bupati Lampung Utara dan ditangkap KPK karena kasus suap.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  10:28 WIB
Bupati Lampung Utara Ditangkap KPK, Bekas Sekretaris Lurah Ini Punya Harta Miliaran
Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Merangkak dari bawah sebagai sekretaris lurah, Agung Ilmu Mangkunegara berhasil menjadi Bupati Lampung Utara sebelum akhirnya ditangkap KPK karena kasus suap.

Dilantik menjadi Bupati Lampung Utara di usia 32 tahun, karir Agung Ilmu Mangkunegara tergolong cemerlang. Namun semua itu seakan tak berbekas saat KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT).

Minggu 6 Oktober 2019, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengelar OTT menangkap Agung bersama tiga orang lainnya.

KPK menduga Agung menerima suap dalam proyek Dinas Pekerjaan Umum atau Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara. Dalam operasi senyap tersebut KPK menyita uang yang diduga akan diserahkan senilai Rp600 juta.

Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief mengatakan uang itu diduga diperuntukkan bagi Agung selaku kepala daerah. "Diduga terkait proyek di Dinas PU atau Koperindag," ujar Syarief.

Ditangkap di Lampung Utara, Agung  langsung dibawa oleh KPK ke Jakarta dan baru tiba Senin pagi, 7 Oktober 2019.

Berikut sejumlah fakta mengenai Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara:

Memulai Karir sebagai Sekretaris Lurah

Sebelum karirnya melesat menjadi bupati, lelaki kelahiran 17 Agustus 1982 ini pernah menjadi sekretaris lurah Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Setelah itu, ia menjadi camat Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung.

Agung pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Way Kanan pada 2010. Saat itu masih 27 tahun, ia  gagal melaju sebagai bupati.

Agung adalah putra Tamanuri, bupati Way Kanan, Provinsi Lampung. Tamanuri menjabat di wilayah pemekaran Kabupaten Lampung Utara itu selama dua periode sejak 2000-2010. Selesai menjabat bupati, Tamanuri menjadi anggora Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai NasDem periode 2014-2019.

Menjabat Bupati Lampung Utara, Agung diusung Partai NasDem, Gerindra, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera. Bersama Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset, Budi Utomo Agung memenangkan perebutkan kursi bupati dalam Pilkada 2018 dengan perolehan suara 50,85 persen. Angka ini mengungguli dua calon pasangan lainnya yang hanya memperoleh 32,83 persen dan 16,32 persen suara.

Dekat dengan Surya Paloh, Agung menjabat Ketua DPD Partai NasDem Lampung Utara. Namun, setelah ditangkap KPK Agung diketahui telah mengajukan surat pengunduran diri dari partai itu.

Ketua DPP Partai NasDem Taufik Basari mengatakan surat pernyataan pengunduran diri itu disampaikan ke DPP Partai NasDem oleh keluarga Agung. "Partai telah menerima permintaan pengunduran diri beliau, dari seluruh jabatan dan posisi di partai," kata Taufik melalui pesan teks, Senin, 7 Oktober 2019.

Punya Harta Rp 2,36 M

Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di situs elhkpn.kpk.go.id, Agung memiliki kekayaan senilai Rp 2.365.215.981.

Agung terakhir kali melapor LHKPN pada 31 Desember 2018. Dalam laporan itu, Agung tercatat memiliki tanah dan bangunan yang tersebar di Provinsi Lampung senilai Rp 1.100.000.000.

Sejumlah alat transportasi miliknya senilai Rp 557 juta. Beberapa di antaranya Toyota Fortuner tahun 2017 senilai Rp 450 juta, Toyota Avanza tahun 2010 seharga Rp 100 juta dan Yamaha Mio Soul senilai Rp 7 juta.

Bupati Lampung Utara itu juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 307.500.000, serta kas dan setara Rp 400.715.981.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lampung utara, suap

Sumber : TEMPO.CO

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top