Johnson: Inggris Keluar Uni Eropa 31 Oktober

PM Inggris Boris Johnson memperingatkan Uni Eropa tidak akan menunda keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) hingga batas waktu 31 Oktober dan menggarisbawahi bahwa proposal terakhirnya adalah kesempatan terakhir untuk mencapai kesepakatan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 07 Oktober 2019  |  06:28 WIB
Johnson: Inggris Keluar Uni Eropa 31 Oktober
Boris Johnson - REUTERS/Toby Melville

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memperingatkan Uni Eropa tidak akan menunda keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) hingga batas waktu 31 Oktober dan menggarisbawahi bahwa proposal terakhirnya adalah kesempatan terakhir untuk mencapai kesepakatan.

Johnson mengatakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam panggilan telepon kemarin bahwa Uni Eropa tidak boleh terpancing oleh kepercayaan yang keliru bahwa Inggris akan tetap berada di Uni Eropa setelah 31 Oktober, kata seorang juru bicara Downing Street seperti dikutip ChannelNwsAsia.com, Senin (7/10/2019).

Boris mengatakan tidak akan meminta penundaan meskipun anggota parlemen Inggris menegaskan adanya undang-undang yang mengharuskan menunda Brexit, jika gagal mendapatkan kesepakatan akhir di pertemuan puncak Uni Eropa pada 17-18 Oktober mendatang.

“Undang-undang ini melemahkan negosiasi dan akan menjadi kesalahpahaman bersejarah,” kata seorang sumber senior Downing Street.

Menurutnya, Inggris telah membuat tawaran besar dan  penting tetapi sudah waktunya bagi Komisi (Eropa) untuk menunjukkan kesediaan untuk berkompromi. Jika tidak, Inggris akan pergi tanpa kesepakatan," tambah sumber itu.

Menteri Brexit Stephen Barclay mengatakan blok itu perlu menunjukkan "kreativitas dan fleksibilitas" menjelang 31 Oktober. Pasalnya, Johnson telah berjanji untuk mengakhiri 46 tahun keanggotaan Uni Eropa negara itu dengan atau tanpa perjanjian.

Barclay menambahkan pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mengadakan pemungutan suara parlemen di depan KTT Uni Eropa untuk menunjukkan kepada Brussel rencananya didukung oleh para anggota parlemen.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Boris Johnson, Brexit, uni eropa

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top