Xi Jinping: Demo Hong Kong dan Perang Dagang Tak Bendung Kebangkitan China

Presiden China Xi Jinping menyatakan bahwa tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan kebangkitan China, termasuk dari aksi unjuk rasa di Hong Kong dan perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  13:45 WIB
Xi Jinping: Demo Hong Kong dan Perang Dagang Tak Bendung Kebangkitan China
Presiden China Xi Jinping - REUTERS/Mike Hutchings

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden China Xi Jinping menyatakan bahwa tidak ada kekuatan yang dapat menghentikan kebangkitan China, termasuk dari aksi unjuk rasa di Hong Kong dan perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Dalam awal pawai akbar yang menandai 70 tahun sejak berdirinya Republik Rakyat China, Xi menyerukan stabilitas di Hong Kong, persatuan di antara kelompok etnis China, dan "penyatuan penuh" negara.

Xi menyampaikan pernyataan di situs tempat mendiang pemimpin Partai Komunis Mao Zedong memproklamirkan pendirian China itu pada 1 Oktober 1949.

"Hari ini, seorang sosialis China berdiri di bagian timur dunia dan tidak ada kekuatan yang dapat mengguncang fondasi negara besar ini. Tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan bangsa China untuk maju terus," kata Xi di hadapan para tamu, seperti dikutip Bloomberg.

Seruan keras Xi ini diutarakan sebelum prosesi yang menampilkan pencapaian industri dan ilmiah China, termasuk persenjataan canggih seperti misil balistik DF-17 yang diyakini mampu menghindari sistem pertahanan rudal A.S.

Proses yang disusun dengan cermat ini menampilkan kekuatan sebuah partai yang menghadapi berbagai ancaman, dari pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam beberapa dekade hingga aksi kerusuhan dengan kekerasan di salah satu pusat keuangan utama Asia.

Bahkan ketika dia berbicara, pengunjuk rasa bersiap untuk berkumpul di sekitar Hong Kong, mendesak kebebasan demokrasi yang lebih besar. Demonstrasi telah mengguncang kota tersebut sejak awal Juni, yang dipicu RUU ekstradisi ke China dan sejak saat itu berubah menjadi dorongan yang lebih luas terhadap cengkeraman China.

Dalam komentarnya yang paling luas tentang Hong Kong sejak kerusuhan dimulai pada Juni, Xi mengatakan prinsip "satu negara, dua sistem" yang memerintah Hong Kong sejak diambil kembali dari pemerintahan Inggris pada tahun 1997 harus ditegakkan.

Sehari sebelumnya, Xi mengatakan dalam pidato singkatnya di sela jamuan makan di Beijing bahwa hubungan antara Hong Kong dan China akan membaik.

Situasi di Hong Kong masih bergejolak, dengan kapal-kapal polisi yang berpatroli di Victoria Harbour dan operator kereta api kota menutup beberapa stasiun kereta bawah tanah di sekitar lokasi-lokasi bentrokan. Sementara pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, sedang merayakan perayaan di Beijing, wakilnya Matthew Cheung mengatakan China terus "sepenuhnya mendukung" pemerintah kota.

Para pengunjuk rasa merencanakan sejumlah kegiatan pada hari Selasa, dengan sebagian besar akan dimulai pada sore hari di sejumlah titik. Pada demonstran kerap terlibat bentrokan dengan polisi hampir setiap akhir pekan selama lebih dari tiga bulan terakhir.

Bentrokan ini umumnya diawali dengan pelemparan bom molotov ke petugas, yang kemudian direspons dengan gas air mata dan meriam air.

Lam, yang telah mencoba mengesahkan RUU ekstradisi sebelum protes meletus, mengambil tanggung jawab atas "seluruh kerusuhan" saat ia mengadakan acara dialog komunitas pertamanya minggu lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top