Polri Bantah Intel Susupi Grup Whatsapp Pelajar STM

Polri bantah ada anggota Intel Kepolisian yang menyusup ke Grup Whatsapp pelajar Sekolah Teknik Menengah (STM) dan meminta uang karena telah melakukan aksi anarkis pada 30 September 2019 kemarin.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  13:03 WIB
Polri Bantah Intel Susupi Grup Whatsapp Pelajar STM
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal (kanan) didampingi Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol Dedi Prasetyo (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan terkait tewasnya mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/9/2019). - Antara/Reno Esnir
Bisnis.com, JAKARTA - Polri membantah ada anggota intel kepolisian menyusup ke Grup Whatsapp pelajar Sekolah Teknik Menengah (STM) dan meminta uang karena telah melakukan aksi anarkis pada  Senin (30/9/2019).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengemukakan bahwa hal tersebut merupakan upaya propaganda yang dilakukan oleh massa aksi dengan cara membuat viral screenshot adanya anggota intel polri yang menyusup ke Grup Whatsapp pelajar STM usai aksi 30 September 2019, kemudian meminta uang.

"Jadi kita harus paham betul apa yang ada di media sosial itu, karena sebagian besar hal ini dilakukan oleh anonymous dan membangun narasi propaganda," tuturnya, Selasa (1/10/2019).

Dedi menjelaskan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tengah memprofiling para pelaku yang menuding ada anggota intel polri menyusup ke Grup Whatsapp pelajar STM untuk dijerat pasal ITE.

Menurutnya, tudingan berita palsu atau hoaks itu sudah biasa dilakukan kelompok tertentu kepada polri. Salah satunya, menurut Dedi, seperti perkara hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos menjelang Pemilu 2019.

"Kami belum bisa pastikan siapa pelakunya yang menyebarkan itu, kalau itu anggota polisi pun belum bisa dipastikan betul anggota atau bukan. Saya juga belum baca detail narasinya seperti apa," kata Dedi.

Sebelumnya, sempat viral percakapan pada sebuah grup Whatsapp pelajar STM dengan nama Grup Anak STM Kimak Bacot, Senin (30/9/2019).

Pada grup tersebut, ada salah satu anggota grup yang menanyakan uang pada pukul 17.38 WIB sebelum aksi berlangsung anarkis.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polri, intel

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top