Lima Tahun Jokowi Absen Sidang Tahunan PBB, Ini Alasan Istana

Absennya Presiden Joko Widodo dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dari awal hingga berakhirnya masa kepemimpinan periode pertama dianggap bukan persoalan besar.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 24 September 2019  |  14:37 WIB
Lima Tahun Jokowi Absen Sidang Tahunan PBB, Ini Alasan Istana
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla saat berbicara pada Sidang Umum PBB Ke-73 di New York AS, 27 September 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Absennya Presiden Joko Widodo dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dari awal hingga berakhirnya masa kepemimpinan periode pertama dianggap bukan persoalan besar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko di kantornya, Selasa (24/9/2019). Moeldoko mengungkapkan kehadiran Pemerintah Indonesia di Sidang Umum PBB ke-74 sudah diwakili oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Kita pahami tugas-tugas Presiden cukup menyita, jadi menugaskan Wapres adalah representasi dari negara. Saya pikir gak masalah,” katanya.

Sebelumnya, Moeldoko sempat mengungkapkan ada segelintir pihak yang ingin memanfaatkan momentum penyelenggaraan Sidang Umum PBB dengan terjadinya kerusuhan di sejumlah titik di Papua.

Oleh karena itu, atas instruksi Presiden Jokowi, aparat keamanan diminta untuk tidak represif ketika menangani para pendemo karena dikhawatirkan ada provokator yang ingin memanfaatkan panasnya situasi di Papua.

Sidang Umum PBB Ke-74 bakal dibuka pada Selasa (24/9) waktu setempat. Sidang ini rencananya dihadiri sekitar 193 negara anggota PBB. Hadir juga 100 kepala negara, tiga wakil presiden, 47 perdana menteri dan 36 Menteri serta dua Chairman of Delegation.

Dalam sidang tahunan ini Indonesia akan menyoroti berbagai isu yang dibutuhkan dunia terkait tema acara yakni Galvanizing Multilateral Efforts for Poverty Eradication, Quality Education, Climate Action and Inclusion.

Penyambut rombongan Wakil Presiden di AS adalah Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignatius Jonan serta Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Amerika Serikat Mahendra Siregar.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan jumlah pertemuan yang akan dilakukan Wapres JK yang teragendakan sampai sekarang sekitar 25.

“Termasuk di antaranya menghadiri undangan jamuan santap malam dari Presiden AS Donald Trump, di Latte New York Hotel,” jelasnya dalam keterangannya kepada wartawan di Kantor Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat, Minggu (22/8) waktu setempat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, pbb, Wapres JK

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top