Ketidakpastian Brexit Bayangi Pasar Properti Inggris

Pasar properti Inggris masih terbebani oleh kektidakpastian seputar keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 September 2019  |  08:08 WIB
Ketidakpastian Brexit Bayangi Pasar Properti Inggris
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar properti Inggris masih terbebani oleh kektidakpastian seputar keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Menurut laporan Royal Institution of Chartered Surveyor (RICS) pada Kamis (12/9/2019), sebagian besar wilayah di Inggris mencatat penjualan yang stagnan atau negatif bulan lalu, sementara proyeksi penjualan dalam tiga bulan ke depan merosot ke level terlemah sejak Februari.

Sementara itu, indeks harga utama RICS masih negatif pada bulan lalu.

London dan daerah sekitarnya telah menanggung beban penurunan pasar perumahan sejak referndum Brexit pada 2016. Responden di seluruh ibu kota, Anglia Tenggara dan Timur melaporkan penurunan harga pada bulan Agustus.

Di sisi lain, harga perumahan di Skotlandia, Irlandia Utara, dan Wales masih tetap kuat.

"Sulit untuk menjauh dari bayang-bayang yang dilemparkan ke pasar perumahan karena Brexit yang tampaknya tidak pernah berakhir," kata Simon Rubinsohn, kepala ekonom RICS.

"Ketidakpastian menjadi tema yang terus disorot oleh responden sebagai pengaruh negatif pada sentimen dalam survei demi survei," lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.

Perdana Menteri Boris Johnson mungkin terpaksa menunda Brexit melewati batas waktu 31 Oktober saat ini jika ia tidak dapat menegosiasikan perjanjian baru dengan blok tersebut.

Ketidakpastian itu lah yang akan membuat pembeli dan penjual tetap cemas karena mereka menyerap dampak Brexit terhadap perekonomian.

James Watts dari Robert Watts Estate Agents di Inggris Utara mengatakan pasar masih stabil saat ini dan sebagian besar vendor dan pembeli menyadari laporan yang menunjukkan harga rumah naik di York & the Humber.

“Namun banyak orang masih berhati-hati dengan ketidakpastian yang sedang berlangsung di Brexit," ungkap Watts.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Brexit

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top