Mafia Migas, PR bagi 19 Anggota Komisi VII DPR yang Kembali Masuk Senayan

Komisi VII DPR merupakan pengawas sektor energi yang menguasai hajat hidup orang banyak.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 12 September 2019  |  04:15 WIB
Mafia Migas, PR bagi 19 Anggota Komisi VII DPR yang Kembali Masuk Senayan
Salah satu sudut Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). - ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka kasus dugaan suap tata niaga migas di Pertamina Energy Service Pte Ltd.
Kasus tersebut membuka mata publik ihwal tudingan praktik mafia di sektor migas Indonesia.

Terungkapnya praktik suap di sektor migas menambah pekerjaan rumah bagi Komisi VII DPR. Pasalnya, Komisi VII DPR merupakan pengawas sektor energi yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Berdasarkan situs resmi DPR, Komisi VII periode 2014-2019 berformasi 50 orang. Perinciannya, 5 orang pimpinan dan 45 orang anggota.

Komisi VII periode 2014-2019 sempat pula menjadi sorotan setelah Wakil Ketua Eni Maulani Saragih tertangkap tangan KPK pada Juli 2018, dalam kasus proyek listrik PLTU Riau-1. Akibatnya, Eni tidak dapat mendaftar lagi sebagai calon anggota legislatif (caleg).

Sebaliknya, mayoritas personil Komisi VII DPR kembali berkontes dalam Pileg 2019. Hasilnya, 19 orang petahana telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai anggota DPR terpilih periode 2019-2024.

Para pimpinan, minus Tamsil Linrung dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terpilih kembali sebagai legislator. Mereka adalah Gus Irawan Pasaribu, Ridwan Hisjam, Muhammad Nasir, dan Syaikhul Islam.

Tamsil memang tidak mencalonkan diri sebagai legislator. Dia bersama-sama dengan anggota Komisi VII DPR, Fadel Muhammad, Mahyudin, dan Tjatur Sapto Edy, menyeberang sebagai calon senator.

Sementara itu, deretan anggota Komisi VII DPR yang kembali terpilih antara lain Adian Napitupulu, Tifatul Sembiring, Abdul Kadir Karding, dan Ramson Siagian. Sayangnya, langkah mereka tak diikuti oleh kolega se-komisi semisal Bara Hasibuan, Kurtubi, dan Totok Daryanto yang tersingkir di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Lain cerita dengan Aryo Djojohadikusumo yang sejak jauh-jauh hari dipastikan tidak berkantor lagi di Senayan untuk periode 2019-2024. Keponakan Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto itu memang tidak bertarung dalam Pileg 2019.
 
Berikut daftar anggota Komisi VII DPR periode 2014-2019 yang terpilih kembali dalam Pileg 2019, beserta dapil dan perolehan suaranya:
 
1. Gus Irawan Pasaribu/Sumut II/Partai Gerindra/168.342 suara
 
2. Ridwan Hisjam /Jatim V/Partai Golkar/35.529 suara
 
3. Muhammad Nasir/Riau II/Partai Demokrat/42.334 suara
 
4. Syaikhul Islam/Jatim I/Partai Kebangkitan Bangsa/140.631 suara
 
5. Yulian Gunhar/Sumsel II/Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan/81.467 suara
 
6. Adian Yunus Yusak Napitupulu/Jabar V/Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan/80.228 suara
 
7. Dony Maryadi Oekon/Jabar XI/Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan/55.178 suara
 
8. Nasyirul Falah Amru/Jatim X/Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan/104.208 suara
 
9. Mercy Barends/Maluku/Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan/88.706 suara
 
10. Gandung Pardiman/DIY/Partai Golkar/65.535 suara
 
11. Maman Abdurrahman/Kalbar I/Partai Golkar/108.520 suara
 
12. Ramson Siagian/Jateng X/Partai Gerindra/46.032 suara
 
13. Kardaya Warnika/Jabar VIII/Partai Gerindra/37.866 suara
 
14. Bambang Haryadi/Jatim IV/Partai Gerindra/114.557 suara
 
15. Abdul Wahab Dalimunthe/Sumut I/Partai Demokrat/35.574 suara
 
16. Andi Yuliani Paris/Sulsel II/Partai Amanat Nasional/56.723 suara
 
17. Abdul Kadir Karding/Jateng VI/Partai Kebangkitan Bangsa/133.692 suara
 
18. Tifatul Sembiring/Sumut I/Partai Keadilan Sejahtera/127.223 suara
 
19. Ahmad M. Ali/Sulteng/Partai Nasdem/152.270 suara
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dpr, mafia migas

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top