BNPB Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sentani Papua

Badan Nasional Penanggulangan Bencana memberikan bantuan peralatan keselamatan berupa perahu hingga alat pengasap ikan di Distrik Sentani, Jayapura, Papua.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 04 September 2019  |  11:05 WIB
BNPB Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir di Sentani Papua
Ilustrasi-Kendaraan terendam lumpur saat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana memberikan bantuan peralatan keselamatan berupa perahu hingga alat pengasap ikan di Distrik Sentani, Jayapura, Papua.

Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo.

Beberapa bantuan yang diserahkan di antaranya 26 perahu katamaran, 260 alat pengasap ikan, 100.000 pohon masohi dan rencana pembangunan dua pabrik sagu. Sentani dikenal sebagai ladang sagu terbesar di Indonesia.

Bantuan-bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan sosial ekonomi bagi warga Sentani yang terdampak bencana banjir bandang pada 16-17 Maret 2019. Bantuan itu dinilai mampu memulihkan kepercayaan sekaligus melengkapi potensi yang ada di sekitar Danau Sentani.

"Kami masyarakat di sini selain bekerja di darat juga menyambung hidup di air [danau] maka dari itu dengan perahu [katamaran] dan alat asap ikan ini menandakan kami semakin lengkap," ujar Ondofolo Sereh Tua melalui siaran resmi BNPB, Rabu (4/9/2019).

Sementara itu, Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitau mengatakan bantuan dari BNPB terus diberikan sejak mulai terjadi musibah hingga pascabencana banjir Sentani.

"Kami saat ini masih berduka, namun kami tidak mau menangis lagi. Oleh karena itu, kita harus ucap syukur karena ada hiburan dan bantuan dari pemerintah pusat," katanya.

Di sisi lain Doni Monardo mengatakan bantuan tersebut merupakan mandat Presiden Jokowi. Bantuan peralatan dimaksudkan agar masyarakat Sentani dapat memaksimalkan potensi alam yang ada di sekitar.

Adapun dua unit pabrik sagu yang akan dibangun merupakan langkah awal pemanfaatan tanaman yang banyak dijumpai di Sentani sehingga menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual lebih.

"Sentani penuh dengan tanaman sagu. Papua adalah kawasan dengan hutan sagu terluas di dunia. Sayang kalau hal itu belum dimaksimalkan," terangnya.

Nantinya dengan teknologi baru, sagu tidak hanya bisa dipakai untuk bahan baku papeda, tapi juga bisa dikembangkan menjadi jenis olahan lainnya seperti kwetiau, udon, tepung, dan sebagainya. Oleh karena itu, Doni juga mendorong agar pemeritah daerah segera memberi lahan yang strategis sebagai calon lokasi pabrik nantinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bnpb

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top