Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Sebut Pendemo di Hong Kong Terindikasi Terorisme

China menyebut gerakan protes berbulan-bulan di Hong Kong sebagai indikasi "terorisme" dan menyerukan hukuman "berat" terhadap para pelaku.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 13 Agustus 2019  |  10:28 WIB
Seorang demonstran beristirahat di konter check-in di aula keberangkatan setelah penerbangan dibatalkan selama protes RUU anti-ekstradisi di Bandara Hong Kong, Cina 12 Agustus 2019. - Reuters
Seorang demonstran beristirahat di konter check-in di aula keberangkatan setelah penerbangan dibatalkan selama protes RUU anti-ekstradisi di Bandara Hong Kong, Cina 12 Agustus 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - China menyebut gerakan protes berbulan-bulan di Hong Kong sebagai indikasi  "terorisme" dan menyerukan hukuman "berat" terhadap para pelaku.

Pernyataan keras dari Beijing itu keluar sehari setelah bentrokan keras terjadi antara polisi dan pengunjuk rasa. Ribuan demonstran kemarin membanjiri bandara internasional Hong Kong sehingga mengakibatkan pembatalan semua penerbangan.

"Para demonstran radikal Hong Kong telah berulang kali menggunakan alat yang sangat berbahaya untuk menyerang petugas polisi, yang sudah merupakan kejahatan serius dengan kekerasan, dan juga menunjukkan tanda-tanda pertama terorisme muncul," kata Yang Guang, Juru Bicara Badan Urusan Hong Kong dan Makao Dewan Negara China seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (13/8/2019). 

Saat konferensi pers di Beijing kemarin dia mengatakan aksi itu merupakan tindakan ceroboh karena telah menginjak aturan hukum Hong Kong dan ketertiban sosial. 

"Hong Kong telah mencapai titik kritis," katanya menegaskan.

Beberapa ahli hukum Hong Kong mengatakan deskripsi resmi tindakan beberapa pemrotes sebagai "terorisme" dapat mengarah pada penggunaan undang-undang dan kekuatan anti-teror yang luas terhadap mereka.

Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) di Hong Kong tetap berada di barak sejak protes dimulai. Pemerintah China hanya mengandalkan pasukan polisi Hong Kong untuk menangani demonstrasi besar-besaran.

Kemarin polisi Hong Kong menembakkan gas air mata ke arah demonstran setelah menolak permintaan mereka untuk melakukan pawai.

Banyak pendemo ditangkap, termasuk beberapa yang berlumuran darah setelah dipukuli dengan tongkat.  Pihak berwenang mengatakan satu petugas polisi dibawa ke rumah sakit setelah dilempar bom bensin yang oleh pengunjuk rasa.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china hong kong terorisme
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top