Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Amien Rais Mau PAN Oposisi, Kenapa Pengurus Mau Koalisi?

Pada pemilihan presiden 10 tahun terakhir, Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung calon kepala negara yang bukan pemenang.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 15 Juli 2019  |  13:16 WIB
Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan. JIBI/Bisnis - Jaffry Prabu Prakoso
Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan. JIBI/Bisnis - Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA - Pada pemilihan presiden 10 tahun terakhir, Partai Amanat Nasional (PAN) mengusung calon kepala negara yang bukan pemenang.

Setelah perhelatan pemilihan presiden (pilpres), PAN bergabung dalam pemerintahan.

Pada periode kedua pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi nanti, suara PAN terbelah. Ada yang ingin menjadi oposisi, ada pula yang ingin bergabung ke pemerintahan atau koalisi.

Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan mengatakan bahwa baik di dalam atau luar pemerintahan memiliki keuntungan dan kerugian. Akan tetapi, PAN lebih sering menjadi koalisi.

“Bagi kami melihat sejarah PAN lebih baik adalah masuk dalam pemerintahan. Kami memiliki basis sosial yang unik dan bisa menjadi salah satu pilar  utama dari pemerintahan itu nanti untuk menjawab berbagai tantangan,” katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Bara menjelaskan bahwa apabila di pemerintahan, PAN bisa mengambil setiap proses dari pengambilan kebijakan publik. Di situ, PAN ingin memastikan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf bisa bersikap adil.

Akan tetapi keputusan untuk berkoalisi belum bulat. Masih ada perbedaan, khususnya Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.

“Tapi nanti kalau keputusan diambil, saya yakin kemampuan ketua umum kami bisa membuat partai itu solid lima tahun ke depan dalam arti opsi yang diambil, termasuk bergabung dalam pemerintah. Partai akan solid dalam keberadaan kami di pemerintahan,” jelasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi partai amanat nasional amien rais
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top