Jusuf Kalla Ingatkan Butuh Pemimpin Cerdas untuk Wujudkan Kota Cerdas

Kota yang konvensional adalah kota yang masih sibuk membereskan permasalahan mendasar seperti sampah, banjir, kawasan kumuh hingga kemacetan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 12 Juli 2019  |  11:59 WIB
Jusuf Kalla Ingatkan Butuh Pemimpin Cerdas untuk Wujudkan Kota Cerdas
Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka acara Rating Kota Cerdas Indonesia di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat (12/7/2019). JIBI/Bisnis - Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA – Masyarakat diharapkan memilih pimpinan daerah yang cerdas, sehingga melahirkan pelayanan publik yang lebih baik.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan tren kota cerdas menjadi fenomena yang tidak terhindarkan. Masyarakat membutuhkan layanan lebih baik serta lebih cepat. Ini hanya dapat tercipta dengan dukungan teknologi.

“Sebenarnya bukan [hanya] kota cerdas [yang dibutuhkan],[justru] yang [lebih] penting wali kota cerdas,” kata Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Menurut Jusuf Kalla, peralatan dan teknologi untuk mengoperasikan kota cerdas dapat dibeli. Akan tetapi hanya bupati dan wali kota yang cerdas dapat memanfaatkan teknologi ini untuk kebaikan kotanya.

“Kalau tidak [meski memiliki peralatan dan teknologi tapi kepala daerahnya tidak cerdas] maka kota itu akan tetap konvensional,” katanya.

Jusuf Kalla, yang juga pengendali Grup Bukaka pada masa mudanya  ini, menuturkan kota yang konvensional adalah kota yang masih sibuk membereskan permasalahan mendasar seperti sampah, banjir kawasan kumuh hingga kemacetan.

“Semua itu tentu harus diselesaikan [oleh pemimpin daerah yang cerdas] untuk mendapat peringkat [kehidupan kota] yang lebih baik. Mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasannya. [Dengan pemimpin cerdas maka mengelola kota] harus lebih mudah,” ujar Jusuf Kalla.

Selain mampu berpikir cerdas, pemimpin daerah juga harus punya sikap yang keras. Jusuf Kalla mencontohkan pola kepimpimam Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya.

“Di samping cerdas juga keras. Ibu Risma, sakit-sakit pun datang ke sini, saya terima kasih sekali lagi. Semua itu menggambarkan bahwa pengelolaan kota tidak bisa menggambarkan alat semata, tapi pada kemauan dan juga kecerdasan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jusuf kalla, walikota surabaya tri rismaharini, kota cerdas

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup