Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Bantah Berlakukan Embargo Dagang terhadap Korsel

Jepang dan Korea Selatan sedang memanas dipicu oleh isu kerja paksa serta pelarangan perdagangan dengan Korea Utara.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  02:23 WIB
Jepang Bantah Berlakukan Embargo Dagang terhadap Korsel
Bendera Korea Selatan dan Jepang. - Reuters/Toru Hanai
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Jepang membantah telah menerapkan embargo atas perdagangan dengan Korea Selatan.
 
Kedua negara tengah terlibat pertikaian diplomatik yang dipicu oleh isu kerja paksa pada Perang Dunia II dan pelarangan perdagangan dengan Korea Utara (Korut).
 
Reuters melansir Rabu (10/7/2019), perwakilan Jepang dan Korea Selatan (Korsel) bertemu di markas World Trade Organization (WTO) untuk membahas permasalahan ini. 
 
Perwakilan Jepang Junichi Ihara menegaskan ancaman untuk mengeluarkan Korsel dari daftar negara-negara yang mendapatkan fasilitas relaksasi hambatan dagang bukanlah langkah untuk melakukan embargo dagang. Dia menerangkan Jepang hanya melakukan kajian operasional untuk menerapkan kontrol ekspor yang didasarkan pada pertimbangan keamanan.
 
Ihara menjelaskan bahwa pihaknya hanya melakukan perubahan prosedur setelah sebelumnya memberlakukan aturan minimum terhadap Korsel.
 
"Sekarang kami sudah mengubahnya dan aturan-aturan normal diaplikasikan ke Korsel. Kebijakan ini sudah sesuai dengan kewajiban kami ke WTO," ucapnya.
 
Namun, Duta Besar Korsel untuk WTO Paik Ji-ah mengklaim hal sebaliknya. Dia mengungkapkan sejak Kamis (4/7), Jepang memberitahu eksportir bahwa mereka memerlukan izin sebelum bisa mengirim barang ke Korsel. 
 
Menurut Paik, Jepang hanya menyampaikan bahwa kebijakan ini didasari adanya pelanggaran kepercayaan. Dia juga mewanti-wanti kebijakan tersebut bisa mengganggu supply chain global untuk produk elektronik. 
 
Hubungan Tokyo dan Seoul mulai memanas sejak pengadilan Korsel memutuskan bahwa Nippon Steel, perusahaan asal Jepang, harus membayar kompensasi terhadap warga Negeri Ginseng yang menjadi korban kerja paksa pada Perang Dunia (PD) II.
 
Kondisi ini semakin parah setelah pada pekan lalu, media Negeri Sakura mengutip pernyataan seorang pejabat senior Partai Liberal Demokrat yang mengatakan bahwa sebagian kargo hydrogen fluoride yang diekspor ke Korsel ternyata dikirim juga ke Korut. Senyawa ini biasa digunakan dalam produksi obat-obatan, herbisida, komponen elektronik, dan pendingin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang korsel

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top