Ini Alasan Polri Buru Kelompok Jamaah Islamiyah di Indonesia

Setelah mengamankan sejumlah terduga teroris yang diidentifikasi terkait jaringan ISIS, belakangan Polri menangkap sejumlah terduga teroris yang terafiliasi dengan Jamaah Islamiah atau JI.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  12:53 WIB
Ini Alasan Polri Buru Kelompok Jamaah Islamiyah di Indonesia
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah mengamankan sejumlah terduga teroris yang diidentifikasi terkait jaringan ISIS, belakangan Polri menangkap sejumlah terduga teroris yang terafiliasi dengan Jamaah Islamiah atau JI.

JI selama ini dikenal berafiliasi dengan Al-Qaeda yang semula dipimpin Osama bin Laden. Setelah Osama tewas dalam sebuah penyerbuan pasukan AS, JI kemudian berada di bawah kendali al-Zawahiri.

Sosok bernama lengkap Ayman Mohammed Rabie al-Zawahiri  dikenal sebagai seorang ulama berkebangsaan Mesir.  Dikutip dari Wikipedia, al-Zawahiri merupakan "amir" kedua dan terakhir Jihad Islam Mesir, setelah mengambil tempat Abbud al-Zumar sebagai amir ketika kerajaan Mesir menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada al-Zumar. 

ISIS dan JI dikenal memiliki perbedaan khas dalam menjalankan aksinya. Jika ISIS menghalalkan korban dari sesama Muslim yang berbeda pandangan, Al-Qaeda justru menghindari hal itu. Selain itu, meski sama-sama mencita-citakan khilafah, Al-Qaeda memilih langkah yang lebih evolutif dibandingkan ISIS yang terkesan revolusioner.  

Cita-cita membangun khilafah inilah yang dinilai membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itu sebabnya, kelompok JI senantiasa berada di bawah radar aparat keamanan.

Penangkapan sejumlah terduga teroris dari kelompok JI belakangan ini menjadi bukti bahwa radar pengamanan itu terus bekerja. Termasuk penangkapan terhadap S di Magetan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan S, 51, yang ditangkap di Desa Candirejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur diduga merupakan anggota organisasi teroris Jamaah Islamiyah (JI).

S yang merupakan pemilik usaha kerajinan kulit ini ditangkap setelah penyidik Densus 88 Antiteror mengembangkan kasus lima terduga teroris yang sebelumnya telah ditangkap di Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Ini kaitannya dengan pengungkapan lima tersangka kelompok JI," kata Brigjen Dedi di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Menurut Dedi, kelompok ini diduga tengah menyusun kekuatan dengan tujuan untuk mendirikan khilafah di Indonesia.

"Saat ini jaringan JI memang terlihat belum melakukan aksi terorisme di Indonesia. Tapi mereka saat ini sedang membangun kekuatan, tujuannya untuk membangun khilafah," kata Dedi.

Bagaimana jaringan ISIS menyusun kekuatan dan membangun jaringan untuk melebarkan pengaruhnya di Indonesia? Jawabannya tentu masih harus menunggu pengungkapan dari pihak aparat keamanan di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
terorisme, Jamaah Islamiah

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top