Survei : Imbas Brexit, New York Salip London Jadi Pusat Keuangan

Pergolakan Brexit di Inggris membantu New York menyalip London untuk menjadi pusat keuangan unggulan dunia.
Survei : Imbas Brexit, New York Salip London Jadi Pusat Keuangan Renat Sofie Andriani | 28 Mei 2019 12:25 WIB
Survei : Imbas Brexit, New York Salip London Jadi Pusat Keuangan
Ilustrasi-Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly

Bisnis.com, JAKARTA – Ketidakpastian soal Brexit di Inggris membantu New York menyalip London untuk menjadi pusat keuangan unggulan dunia.

Berdasakan survei tahunan Global Regulatory Outlook oleh firma konsultan di Amerika Serikat (AS) Duff & Phelps, lebih dari separuh jumlah responden kini melihat New York sebagai pusat keuangan terbaik di dunia.

Raihan ini meningkat sekitar 10 persen dari tahun 2018. Sementara itu, jumlah responden yang melihat London sebagai yang terdepan merosot menjadi 36 persen dari 53 persen pada 2018.

“Tahun lalu, Brexit memberi bayangan ketidakpastian atas ekonomi Inggris, sekarang hal itu telah meningkat menjadi krisis besar-besaran,” papar Duff & Phelps, sebagaimana diberitakan Reuters.

“Namun, ke depannya, difusi pengaruh globalisasi mulai terlihat. Sebanyak 12 persen responden memperkirakan Hong Kong akan menjadi pusat keuangan terkemuka dunia lima tahun dari sekarang,” tambahnya.

Keputusan tentang British Exit (Brexit) dari Uni Eropa telah ditunda dua kali, dengan tenggat waktu berikutnya ditetapkan pada 31 Oktober.

Ketidakpastian hubungan perdagangan bilateral di masa depan mendorong bank, manajer aset, dan perusahaan asuransi untuk mendirikan operasi di blok tersebut demi mempertahankan hubungan dengan pelanggan-pelanggannya.

Pekan lalu, sejumlah menteri pemerintah Inggris mengatakan bahwa sektor keuangan Inggris justru akan mampu tampil lebih kuat karena Brexit.

Survei yang dirilis Selasa (28/5/2019, dilakukan terhadap 180 eksekutif dalam perusahaan manajemen aset, ekuitas swasta, dana lindung nilai, perbankan, dan broker.

Lebih dari 60 persen respons berdatangan dari Inggris dan Amerika Serikat, sedangkan sisanya berasal dari Hong Kong, Irlandia, Singapura, dan Luksemburg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Brexit

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top