Lakukan Pendekatan Persuasif, Kerja Polri dan TNI Patut Diapresiasi

Anggota Polri dan TNI yang berada dilapangan yang berhadapan langsung dengan massa mampu mengendalikan emosi sehingga tidak terprovokasi oleh perilaku para perusuh.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  17:34 WIB
Lakukan Pendekatan Persuasif, Kerja Polri dan TNI Patut Diapresiasi
Demonstran menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Unjuk rasa dilakukan pascpengumuman penetapan hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019. - ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso

Kabar24.com, JAKARTA — Pendekatan persuausif yang dilakukan aparat Kepolisian dan TNI saat menghalau massa aksi yang ricuh di sejumlah titik lokasi Ibu Kota patut memperoleh apresiasi.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan dan Presiden Bandung Lawyer Club Indonesia (BLCI), Liona Nanang Supriatna mengatakan bahwa bangsa Indonesia patut bangga memiliki Polri dan TNI yang telah mengedepankan pendekatan persuasif kepada para demonstran.

Anggota Polri dan TNI yang berada dilapangan yang berhadapan langsung dengan massa mampu mengendalikan emosi sehingga tidak terprovokasi oleh perilaku para perusuh.

“Polisi dan TNI rela menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengorbankan kepentingan dirinya serta keluarganya, tentu duniapun mengakui sikap dan tindakan Polisi dan TNI dalam menangani kerusuhan dengan damai,” ujarnya melalui keterangan resminya, Kamis (23/5/2019).

Penghargaan patut diberikan karena anggota TNI dan Polri bertugas di saat momen Ramadan dan anggota banyak yang menjalankan ibadah puasa.

“Semoga Polri dan TNI yang sedang bertugas diberikan kesabaran, kesehatan ditengah-tengah teriknya Jakarta bahkan sekaligus menjalankan ibadah Puasa, bravo Polri dan TNI,” katanya.

Kedua institusi Abdi Negara itu, katanua secara hukum diberi kewenangan untuk melakukan tindakan keras. Namun, mereka ternyata tidak menggunakan hal tersebut saat menghadapi demonstrasi.

Dengan langkah persuasif, terbukti  Polri dan TNI mampu mengendalikan situasi dan kenyamanan Ibu Kota berangsur-angsur mulai pulih.

Sebagai aman diketahui, peristiwa kericuhan yang terjadi pada 21—22 Mei sempat membuat situasi politik panas.

Kericuhan itu dipicu hasil pengumuman rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Apabila Polri dan TNI tidak bersiaga, bisa saja kericuhan menjalar dan merugikan aktivitas perekonomian di Ibu Kota.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polri, tni, pengacara

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top