Polisi Tangkap Perempuan Bercadar yang Berusaha Masuk Gedung Bawaslu

Polisi mengamankan seorang perempuan bercadar yang nekad akan menerobos masuk ke dalam Gedung Bawaslu, Kamis dini hari. Ternyata perempuan tersebut menderita depresi.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  14:35 WIB
Polisi Tangkap Perempuan Bercadar yang Berusaha Masuk Gedung Bawaslu
Perempuan bercadar misterius menghadapi aparat kepolisian seorang diri setelah kawasan Thamrin disterilkan, Rabu (22/5/2019) sekitar 23.00 WIB. - Bisnis/Aziz Rahadian

Bisnis.com, JAKARTA--Polda Metro Jaya menangkap seorang wanita bercadar berinisial DMR yang berusaha menerobos masuk ke Gedung Bawaslu pada Kamis (23/5/2019) menjelang dini hari. Saat berusaha menerobos masuk, perempuan itu menggunakan sepeda motor dan membawa tas ransel berukuran besar.

Menurut pihak Kepolisian, perempuan tersebut akhirnya diamankan pada sekitar pukul 5 pagi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, perempuan tersebut ternyata tidak membawa benda membahayakan di dalam tasnya.

Menurut Dedi perempuan itu hanya membawa petasan atau fakebom di dalam tas ranselnya.

"Yang bersangkutan sudah kami amankan untuk diperiksa lebih lanjut. Kalau pemeriksaan sudah selesai dan tidak terbukti, akan kami pulangkan," tutur Dedi, Kamis (23/5/2019).

Dedi menjelaskan alasan warga Ulujami Kebayoran Lama itu berusaha menerobos masuk ke Gedung Bawaslu yaitu karena tengah mengalami depresi. Perempuan itu terlihat bolak-balik di sekitar Gedung Bawaslu dan akhirnya berusaha menerobos masuk dengan cara melewati anggota Brimob yang tengah beristirahat.

"Saat pakai motor, dia mau menerobos masuk ke Bawaslu. Tetapi oleh anggota kami sempat dihentikan dan diteriaki. Ternyata dia hanya depresi," kata Dedi.

Seperti diberitakan Bisnis, di saat aparat melakukan steriliasi lokasi aksi 22 Mei, seorang perempuan bercadar dengan membawa ransel outdoor, tampak seorang diri menghadapi aparat keamanan. Beberapa polisi intel yang mengikutinya, meminta awak media dan jajaran polisi lain menjaga jarak aman.

"Brimob mundur, jangan dekat-dekat kalian, jaga jarak. Ibu duduk! Ranselnya dilepas! Ranselnya dilepas, bu!" teriak polisi melalui pengeras suara.

Berdasar pantauan Bisnis, perempuan itu menceracau dengan narasi polisi dianggap penjahat dan mengaku berani menghadapi mereka. Tetapi, ceracau sang Ibu tak terdengar jelas, sebab semua orang menjaga jarak.

Sang Ibu yang dibalut pakaian serba hitam ini pun tak bergeming walau ditembaki gas air mata dari jarak dekat.

Beruntung, aparat kepolisian sanggup meredakan kekhawatiran. Perempuan bercadar ini berhasil ditenangkan oleh beberapa anggota Brimob bermotor, dan terbukti tak membawa bom ataupun barang berbahaya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Aksi 22 Mei

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top