Jaga Ibu Kota, TNI Pusatkan Anggota di Empat Titik

Tentara Nasional Indonesia disebar di empat titik khusus untuk mengamankan Jakarta. Ini demi menjaga dari massa aksi yang menolak hasil penghitungan pemilihan presiden.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  16:58 WIB
Jaga Ibu Kota, TNI Pusatkan Anggota di Empat Titik
Menko Polhukam Wiranto (kanan) bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) dan Kepala BIN Budi Gunawan (kiri) saat menyampaikan perkembangan pascakerusuhan di Jakarta dini hari tadi, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia disebar di empat titik khusus untuk mengamankan Jakarta. Ini demi menjaga dari massa aksi yang menolak hasil penghitungan pemilihan presiden.

“TNI akan menempatkan di empat titik strategis, yaitu KPU, Bawaslu, DPR MPR, dan istana,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di kantor Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Hadi memastikan TNI tidak akan memberikan toleransi kepada tindakan-tindakan yang inkonstitusional. “Pihak manapun termasuk anarkis. Apalagi membahayakan kedaulatan negara,” ucapnya.

Di sisi lain Hadi menuturkan bahwa pihaknya mendukung penuh tugas polisi. “Terkait penanganan perusuh, TNI back up penuh Polri dengan menempatkan prajurit-prajurit di titik kerusuhan,” ucapnya.

Sejak kemarin, massa melakukan aksi damai melihat hasil penghitungan suara yang mereka anggap curang. Ini adalah hari kedua mereka berunjuk rasa.

Sementara itu ada pihak yang memanfaatkan peristiwa ini untuk membuat kerusuhan. Dalam sebulan ini polisi menangkap setidaknya enam orang yang ingin menciptakan kerusuhan pada aksi 22 Mei. Mereka diamankan dengan beserta senjata api.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa senjata yang didapat dari orang yang tertangkap ini berjenis M4 dilengkapi dengan peredam. Alat tersebut tidak akan terdengar jika ditembak.

Berdasarkan informasi dari intelijen yang didapat, mereka menggunakan ini untuk diarahkan kepada aparat dan pejabat. Bahkan mereka juga bahkan mengincar masyarakat. 

“Jadi diciptakan martir seolah-olah dibuat oleh aparat sehingga muncul kemarahan dan jadi pembenaran,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemilu 2019, Hadi Tjahjanto, Aksi 22 Mei

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top