Whatsapp Dibatasi, BPN Prabowo-Sandi Menilai Pemerintah Panik

Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyebutkan pembatasan aktivitas layanan pesan instan Whatsapp yang dilakukan Pemerintah dinilai sebagai bentuk ketakutan dan anti-demokrasi.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  16:32 WIB
Whatsapp Dibatasi, BPN Prabowo-Sandi Menilai Pemerintah Panik
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade. - Bisnis/Jaffry Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA - Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyebutkan pembatasan aktivitas layanan pesan instan Whatsapp yang dilakukan Pemerintah dinilai sebagai bentuk ketakutan dan anti-demokrasi.

Juru Bicara Tim BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiadi mengatakan alasan pemerintah membatasi aktivitas Whatsapp karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dianggap tidak masuk akal dan berlebihan.

Menurutnya, pembatasan itu merupakan wujud pembungkaman model baru yang dilakukan pemerintah terhadap rakyatnya.

"Pemerintah panik dan ketakutan hingga demokrasi saja diatur seenak mereka. Rezim ini takut dengan demokrasi," tuturnya dalam keterangan resminya, Rabu (22/5/2019).

Dia berpandangan bahwa sikap rakyat hari ini yang melakukan unjuk rasa di sejumlah titik di DKI Jakarta, merupakan kesalahan pemerintah yang tidak berlaku adil kepada rakyatnya.

"Namun di rezim ini justru banyak rakyat yang merasakan kezaliman, rakyat punya hak untuk meminta keadilan," kata Andre.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prabowo subianto, Pemilu 2019, Aksi 22 Mei

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top