Kasus TPPU Bachtiar Nasir, Kejagung Tunjuk 5 Jaksa Peneliti

Kejaksaan Agung (Kejagung) menunjuk 5 orang Jaksa Peneliti untuk mengikuti seluruh perkembangan perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Bachtiar Nasir sebagai tersangka.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 10 Mei 2019  |  14:09 WIB
Kasus TPPU Bachtiar Nasir, Kejagung Tunjuk 5 Jaksa Peneliti
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir (ketiga kiri) bersama Wakil Ketua GNPF-MUI Zaitun Rasmin (kedua kanan) meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Jakarta, Minggu (25/6). - Antara/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menunjuk 5 orang Jaksa Peneliti untuk mengikuti seluruh perkembangan perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Bachtiar Nasir sebagai tersangka.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Mukri menjelaskan penunjukan 5 Jaksa Peneliti tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait perkara TPPU Bachtiar Nasir dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri.

"SPDP sudah kami terima, kemudian, kami juga telah menunjuk 5 orang Jaksa Peneliti untuk mengikuti perkembangan perkara itu di Bareskrim Polri," tuturnya kepada Bisnis, Jumat (10/5/2019).

Dia mengaku pihaknya akan menunggu penyidik Bareskrim Polri melengkapi berkas perkara untuk tersangka Bachtiar Nasir. Setelah berkas lengkap (P21), maka Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang ditunjuk akan membuat dakwaan untuk mendakwa tersangka di Pengadilan.

"Kami masih menunggu dari penyidik di Bareskrim ya. Kita lihat saja seperti apa nanti hasilnya," kata Mukri.

Seperti diketahui, Bachtiar Nasir  diduga mengelola dana sebesar Rp3 miliar di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS). 

Dana tersebut diklaim Bachtiar akan digunakan untuk mendanai Aksi Bela Islam 411 dan Aksi Bela Islam 212 pada 2017 lalu.

Selain itu, dana Rp3 miliar itu juga diklaim akan digunakan untuk membantu korban bencana alam gempa bumi di Pidie Jaya Aceh dan Bencana Alam Banjir di Bima dan Sumbawa NTB.

Namun, Tim Penyidik Bareskrim Polri mengendus adanya TPPU yang dilakukan Bachtiar Nasirmelalui rekening tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kejaksaan Agung, Bachtiar Nasir

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top