Megawati dan Ma'ruf Amin Sepakat Rekonsiliasi Nasional selepas 22 Mei

Ma'ruf Amin dan Megawati pun menyatakan siap melakukan upaya-upaya rekonsiliasi untuk bertemu pihak paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, selepas KPU mengumumkan pemenang resmi Pemilu Serentak 2019
Aziz Rahardyan | 09 Mei 2019 19:37 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin - Doc. Humas

Bisnis.com, JAKARTA — Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin berdiskusi terkait upaya rekonsiliasi ketika berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).

Sebelumnya, Megawati menjelaskan bahwa pertemuan mereka merupakan upaya saling bercerita terkait kunjungan Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ke Istana Merdeka siang harinya.

Seperti diketahui, Ma'ruf Amin sebelum menjadi Cawapres, merupakan anggota BPIP bersama Megawati, Mahfud MD, Try Sutrisno, Said Aqil Siroj, Ahmad Syafii Maarif, Romo Benny Susetyo, dan beberapa tokoh sepuh lainnya.

"Saya sebenarnya sudah tidak lagi menjadi dewan pengarah BPIP, tapi rasanya masih seperti di sana," ungkap Ma'ruf Amin yang terlihat mengenakan pakaian khasnya dipadukan sarung berwarna hijau, Kamis (9/5/2019).

Ma'ruf mengaku masih ingin terus memperkuat Pancasila, dan membimbing seluruh elemen bangsa agar jangan sampai ada yang meninggalkan Pancasila.

"Supaya seluruh bangsa ini tetap kita berada di dalam kerangka bingkai konstitusi dan hukum. Dalam semua masalah, termasuk juga dalam masalah Pileg dan Pilpres. Makanya kita harus berada di bingkai itu. Jangan sampai keluar," ungkap mantan Ketua Umum MUI dan Rais Aam PBNU ini.

"Kalau sampai keluar ini sangat berbahaya. Makanya itu saya mendorong bersama sama supaya kembali bekerja di jalur konstitusi. Ini berbahaya kalau ini dibiarkan, anarkis," tambahnya.

Sebab itulah, Ma'ruf dan Megawati mengimbau semua pihak berkomitmen terhadap konstitusi dan sesuai prosedur dalam menyikapi isu-isu pascapemilu.

"Karena kan kita ini negara hukum ya. Jadi ya seharusnya seluruh warga negara menurut saya dan beliau sama-sama sepakat dari sejak di BPIP, seluruh warga negara ya harus mengetahui hal itu," ujar Presiden ke-5 RI ini.

"Sehingga ya, saya lalu mengatakan dari semua pihak sebenarnya harus menunggu hasil pemilu yang nanti tanggal 22 [Mei] diumumkan, setelah itu secara proses hukum tidak sebenarnya semuanya sudah ada tata caranya. Jadi ya, tunggu saja, ya," tambahnya.

Ma'ruf dan Megawati pun menyatakan siap melakukan upaya-upaya rekonsiliasi untuk bertemu pihak paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, selepas KPU mengumumkan pemenang resmi Pemilu Serentak 2019.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
megawati, rekonsiliasi, Pilpres 2019, Ma'ruf Amin

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup