Terlilit Utang yang Membuat Bisnis Beras AISA Pailit

Pengadilan Niaga Semarang memutuskan pailit karena keempat anak usaha emiten dengan kode saham AISA dari divisi bisnis beras itu gagal meyakinkan kreditur selama proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
Yanuarius Viodeogo
Yanuarius Viodeogo - Bisnis.com 07 Mei 2019  |  19:54 WIB

Kabar24.com, JAKARTA — Empat anak usaha PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk. yaitu PT Dunia Pangan, PT Jatisari Rejeki, PT Indo Beras Unggul, dan PT Sukses Abadi Inti Karya (debitur) resmi dinyatakan pailit. 

Pengadilan Niaga Semarang memutuskan pailit karena keempat anak usaha emiten dengan kode saham AISA dari divisi bisnis beras itu gagal meyakinkan kreditur selama proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Para kreditur menolak proposal perdamaian yang ditawarkan debitur tersebut yang berujung pada kepailitan.

"Karena proposal perdamaian [debitur] ditolak kreditur," kata Suwandi pengurus PKPU kepada Bisnis, Senin (6/5/2019) malam. 

Suwandi mengatakan, total utangnya keempat anak usaha tersebut setelah verifikasi tagihan piutang mencapai Rp3,9 triliun. 

Utang itu tersebar di 60 kreditur konkuren sebanyak Rp2,5 triliun. Sementara itu, sisanya tersebar di 3 kreditur separatis sebagai pemegang jaminan. 

Adapun 3 kreditur separatis tersebut adalah Mitsubishi UFJ Financial Group Ltd. (MUFG Bank) menggenggam piutang sebanyak Rp249-an miliar, PT Bank Maybank Indonesia Tbk. sebanyak Rp496-an miliar dan PT Bank Rabobank International Indonesia sebanyak Rp653-an miliar. 

Utang-utang tersebut kemungkinan masih bertambah karena masih terdapat tagihan dari pajak dan kreditur lainnya. 

Kurator dalam pengumumannya memberitahukan batas akhir pengajuan tagihan pajak dan tagihan para kreditur, pada 15 Mei 2019. Agenda berikutnya, rapat pencocokan atau verifikasi tagihan pajak dan tagihan para kreditur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pailit, pkpu, tiga pilar sejahtera food, aisa

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top