Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

May Day: Ridwan Kamil Minta Pemukulan Dua Jurnalis Diselesaikan Kekeluargaan

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta kasus pemukulan dua jurnalis saat meliput pengamanan Hari Buruh di Bandung, Rabu (1/5/2019) kemarin diselesaikan secara damai.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 02 Mei 2019  |  12:46 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. - Bisnis/Wisnu Wage Pamungkas
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. - Bisnis/Wisnu Wage Pamungkas

Bisnis.com,BANDUNG—Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta kasus pemukulan dua jurnalis saat meliput pengamanan Hari Buruh di Bandung, Rabu (1/5/2019) kemarin diselesaikan secara damai.

Gubernur Ridwan Kamil mengatakan dirinya tidak bisa berkomentar lebih jauh mengenai kasus tersebut. Namun pihaknya mengaku sudah melakukan klarifikasi pada pihak kepolisian.

“Saya klarifikasi ke Kapolres. Kapolres sampaikan terjadi ksalahpahaman,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Kamis (2/4/2019).

Menurutnya versi pihak kepolisian sulit membedakan antara jurnalis dan ratusan anak muda yang rencananya akan bergabung dalam aksi buruh di Monumen Perjuangan.  

“Karena versi kepolisian membedakan sama bajunya gelap-gelap di lapangan [dikhawatirkan demonstran] menyaru [jurnalis],” katanya.

Namun pihaknya berharap insiden tersebut bisa diselesaikan pihak korban dan kepolisian dengan damai. “Saya kira diselesaikan secara kekeluargaan, saya kira polisi juga menyatakan itu, saya kira tidak bisa lebih  dari itu yang saya sampaikan,” paparnya.

Kekerasan terhadap jurnalis di hari buruh menimpa Prima Mulia, fotografer Tempo dan jurnalis freelance Iqbal Kusumadireza (Reza). Keduanyaa saat itu tengah meliput peringatan  hari buruh internasional yang berpusat di Gedung Sate. 

Sekitar pukul 11.30, Reza dan Prima berkeliling sekitar Gedung Sate untuk memantau kondisi pergerakan massa buruh yang akan berkumpul di Gedung Sate. Saat tiba di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, Prima dan Reza melihat ada keributan antara polisi dengan massa  yang didominasi berbaju hitam-hitam. 

Kamera Dirampas & Dihapus

Reza dan Prima mengaku melihat massa berbaju hitam tersebut dipukuli oleh polisi. Melihat kejadian tersebut, keduanya langsung membidikan kamera ke arah kejadian tersebut. Setelah pindah lokasi untuk mengabadikan gambar yang lain, Reza tiba-tiba dipiting oleh seorang anggota polisi. Menurut Reza polisi tersebut dari satuan Tim Prabu Polrestabes Bandung. 

Menurut Reza anggota Tim Prabu itu menggunakan sepeda motor Klx berplatnomor D 5001 TBS

Saat dipiting, Reza dibentak dengan pertanyaan “dari mana kamu?” Reza langsung menjawab “wartawan”. Lalu menunjukan id pers nya. Lalu polisi tersebut malah mengambil kamera yang dipegang Reza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali. 

“Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya memepertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis,” kata Reza. 

Kaki kanan Reza menglami luka dan memar. 

Setelah menguasai kamera Reza, polisi tersebut menghapus sejumlah gambar yang sudah diabadikan Reza. 

Sementara itu Prima Mulia mengalami hal yang sama. Hanya saja, Prima tidak mendapat kekerasan fisik dari polisi. Prima mengaku disekap oleh tiga orang polisi. Dia diancam dan foto-fotonya dihapus. Salah satu polisi itu mengatakan “Mau diabisin?” 

“Rombongan pertama pendemo di jalan  Bagus Rangin tiba-tiba rusuh. Massa kocar kacir.polisi tangkepin demonstran sambil dihajar. Saya sama Reza bisa masuk untuk ambil gambar kekerasan oleh polisi,” katanya.

Menurutny wartawan lain pun dicegat tidak boleh masuk area kerusuhan. Polisi menertibkan demo  sambil nembak senjata ke udara berkali-kali ke udara. 

“Saat ngambil gambar itulah saya ditangkep 3 orang polisi preman sambil ngancam dan minta gambar dihapus. Dari situ saya liat Reza mengalami kekerasan fisik Dan didorong sampai jatuh. Semua file foto dihapus,” kata Prima.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

may day hari buruh kekerasan wartawan
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top