Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petugas Keamanan Jaga Ketat Gudang Surat Suara di Kuala Lumpur

Sejak selesai pencoblosan, gudang tempat surat suara di Kuala Lumpur dijaga secara ketat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 April 2019  |  11:21 WIB
Sejumlah Panitia Pemilihan Luar Negeri bertugas di Tempat Pemungutan Suara KBRI Kuala Lumpur di Malaysia, Minggu (14/4/2019). Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Krishnan K.U Hannan mengatakan sebanyak 80 sehingga 90 persen dari 1,5 juta WNI di seluruh Malaysia mengikuti Pemilu serentak 2019. - ANTARA/Rafiuddin Abdul Rahman
Sejumlah Panitia Pemilihan Luar Negeri bertugas di Tempat Pemungutan Suara KBRI Kuala Lumpur di Malaysia, Minggu (14/4/2019). Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Krishnan K.U Hannan mengatakan sebanyak 80 sehingga 90 persen dari 1,5 juta WNI di seluruh Malaysia mengikuti Pemilu serentak 2019. - ANTARA/Rafiuddin Abdul Rahman

Bisnis.com, KUALA LUMPUR - Pemungutan suara di Malaysia telah berakhir dan berjalan dengan baik.

Usai pemungutan suara, gudang tempat penyimpanan surat suara Pemilu 2019 di KBRI Kuala Lumpur dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dijaga ketat oleh aparat keamanan. Penjagagaan dilakukan demi kelancaran perhitungan surat suara pada Rabu 17 April 2019.

Penjagaan ketat tersebut menurut sejumlah staf di kedutaan, Selasa (16/4/2019), mulai dilakukan semenjak selesai pencoblosan metode Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) Minggu malam (14/4) yang berlangsung di KBRI Kuala Lumpur, Wisma Duta dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).

Saat pemungutan suara, TPS KBRI Kuala Lumpur tutup jam 18.00 tetapi masih mengakomodir pemilih limpahan dari Wisma Duta sebanyak 600 orang dari tiga TPS.

Ruang rapat Diponegoro dan Aula Hasanuddin digembok rapat dan di depan aula ada petugas keamanan kedutaan yang berjaga di depan pintu masuk.

Pihak Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur yang sebelum pencoblosan melakukan kegiatan pelipatan surat suara dan penyortiran surat suara di tempat tersebut juga tidak bisa masuk seenaknya di ruang tersebut.

PPLN Kuala Lumpur dan Tim Asistensi PPLN yang melakukan tugas perbantuan tidak boleh melewati Aula Hasanuddin dan hanya bisa menuju sekretariat tempat melalui ruang pelayanan imigrasi dari sisi kanan pintu masuk.

Pengamanan surat suara di SIKL mengandalkan pengamanan petugas keamanan KBRI yang setiap hari berjaga-jaga di sekolah.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Mokhammad Farid Makruf tidak mau kecolongan dan menjadi pihak yang disalahkan apabila terjadi sesuatu terkait surat suara tersebut sehingga data jumlah surat suara harus akurat saat disimpan dan keluar.

Gedung serba guna SIKL menjadi tempat penyimpanan surat suara pos dan hasil pencoblosan TPS SIKL. Saat penyimpanan surat suara di tempat tersebut, juga disaksikan oleh saksi dari partai politik dan Panwaslu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuala lumpur pemungutan suara surat suara

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top