Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Survei LSI : Salah Strategi, PSI Terancam Tak Lolos ke Parlemen

PSI dinilai terlalu berani bermain isu yang sangat sensitif yang memengaruhi suara mayoritas pemilih, yakni isu penghapusan perda syariah dan poligami.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 April 2019  |  20:17 WIB
Ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie berpidato saat kampanye dalam Festival11 Yogyakarta di Jogja Expo Centre (JEC), Bantul, DI Yogyakarta, Senin (11/2/2019). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie berpidato saat kampanye dalam Festival11 Yogyakarta di Jogja Expo Centre (JEC), Bantul, DI Yogyakarta, Senin (11/2/2019). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA — Partai Solidaritas Indonesia yang mencitrakan diri sebagai partai milenial ternyata tak mampu mendongkrak elektabilitas partai di bawah komando Grace Natalie tersebut.

Menurut peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar rendahnya elektabilitas PSI akibat salah strategi. "PSI mengambil visi dan misi yang belum tentu disukai khalayak ramai," kata Rully usai pengumuman hasil survei lembaganya di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Berdasarkan hasil survei LSI Denny JA, PSI yang digadang-gadang sebagai partai alternatif itu hanya meraih 0,2 persen, jauh dari ambang batas parlemen empat persen.

Partai tersebut dinilai terlalu berani bermain isu yang sangat sensitif yang memengaruhi suara mayoritas pemilih, yakni isu penghapusan perda syariah dan poligami. "Kita tahu, pemilih Indonesia 90 persen muslim," kata Rully.

Dia memahami isu penghapusan perda syariah dan poligami merupakan strategi PSI untuk meraup ceruk pemilih minoritas. Namun, melihat elektabiltas PSI yang masih nol koma, upaya tersebut pun gagal.

"Pemilih nonmuslim ini kan belum tentu semuanya memilih PSI. Pemilih minoritas ini kan sudah merapat ke partai lama, salah satunya PDIP," kata Rully.

Sebagai partai baru, lanjut Rully, sebenarnya PSI memiliki diferensiasi dengan parpol-parpol lain. Namun, diferensiasi ini belum bisa mengangkat elektabilitas PSI sampai saat ini. "PSI belum bisa meyakinkan publik bahwa PSI bisa menjadi (alat) perubahan. Ini butuh proses," ujarnya.

Selain PSI, menurut survei LSI Denny JA, partai yang terancam tidak lolos ke parlemen ialah PBB (0,2 persen), PKPI (0,1 persen), Partai Garuda (0,1 persen), dan Berkarya (0,7 persen).

Sementara yang masih belum aman PAN (3,1 persen), PKS (3,9 persen), PPP (2,9 persen), Nasdem (2,5 persen), dan Perindo (3,9 persen).

Adapun parpol yang potensial lolos ke Senayan adalah PDIP 24,6 persen, Gerindra 13,4 persen, Golkar 11,8 persen, Partai Demokrat 5,9 persen, dan PKB 5,8 persen.

Survei LSI Denny JA itu dilakukan pada 18-26 Maret 2019 dengan menggunakan metode multistage random sampling yang melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi.

Survei tersebut menggunakan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dengan margin of error +/- 2,8 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Partai PSI
Editor : Rahayuningsih
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top