Pelawak Volodymyr Zelenskiy Bakal Jadi Presiden Ukraina

Tanpa diduga, seorang pelawak yang sama sekali tidak memiliki pengalaman politik hampir dipastikan mendapatkan suara terbanyak di pemilihan Presiden Ukraina.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 01 April 2019  |  06:43 WIB
Pelawak Volodymyr Zelenskiy Bakal Jadi Presiden Ukraina
Komedian Volodymyr Zelenskiy - wikimedia

Bisnis.com, JAKARTA - Tanpa diduga, seorang pelawak yang sama sekali tidak memiliki pengalaman politik hampir dipastikan mendapatkan suara terbanyak di pemilihan Presiden Ukraina.

Exit polls hari Minggu (31/3/2019) menunjukkan, komedian bernama Volodymyr Zelenskiy meraih lebih dari 30 persen suara. Raihan suaranya jauh mengungguli kandidat petahana, Petro Poroshenko yang diperkirakan hanya meraih sekitar 17 persen suara.

Sedangkan calon ketiga, mantan perdana menteri, Yulia Tymoshenko berada di urutan terbawah dengan proyeksi perolehan suara 14,2 persen. Jika hasil ini dikukuhkan, Zelenskiy akan berhadapan dengan Poroshenko pada putaran kedua, yang digelar tiga pekan mendatang.

"Saya sangat puas, tapi ini bukan hasil akhir," ujar Zelenskiy kepada wartawan sebagaimana dikutip BBC.com, Senin (1/4/2019) setelah exit poll diumumkan.

Zelenskiy sering tampil sebagai presiden dalam acara satire televisi, yang diberi judul Pelayan Rakyat. Dalam acara itu, karakter yang diperankan Zelenskiy adalah sosok rakyat biasa yang kemudian menjadi presiden dengan janji memberantas korupsi.

Sosok Zelenskiy dilaporkan sebagai antitesis politisi konvensional. Dia tak pernah menggelar rapat akbar dan banyak memberikan wawancara kepada media.

Para pengamat sulit membaca pandangan politiknya, selain apa yang digambarkan sebagai "figur segar dan berbeda".

Dia banyak memanfaatkan media sosial untuk menjangkau para pemilih muda. Zelenskiy juga tak sungkan untuk menggunakan bahasa Rusia, yang dalam periode saat ini dianggap hal yang sensitif di Ukraina. Namun, sikapnya itu membuat dirinya mendapat dukungan luas di kawasan timur, yang banyak didiami oleh warga berbahasa Rusia.

Sedangkan, Poroshenko menggambarkan proyeksi perolehan suara 17% sebagai "pelajaran pahit".

Kementerian Dalam Negeri mengatakan mereka menerima laporan ratusan pelanggaran pemilu, namun para pemantau asing berpendapat secara umum pemilu berlangsung lancar.

Pilpres Ukraina 2019 diikuti oleh 39 calon. Jika tidak ada yang meraih 50 persen, dua calon dengan perolehan suara terbanyak akan mengikuti pencoblosan putaran kedua pada 21 April.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemimpin, ukraina, Pelawak

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top