Survei SMRC : Jokowi-Ma'ruf Masih Ungguli Prabowo-Sandiaga

Elektabilitas pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul dari pasangan Prabowo-Sandiaga dari survei terbaru SMRC.
Stefanus Arief Setiaji | 11 Maret 2019 10:49 WIB
Petugas sortir dan lipat surat suara menunjukan surat suara yang terdapat kerutan di surat suara Pilpres, di Gudang Logistik KPU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa(19/2/2019). - ANTARA/Adeng Bustomi

Kabar24.com , JAKARTA — Tingkat keterpilihan atau elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul dibandingkan dengan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno.

Hasil riset lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat bahwa elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,9% sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga 32,1%.

Tingkat elektabilitas itu terekam tatkala SMRC melakukan jajak pendapat dengan tema 'Dukungan Calon Presiden dan Integritas Penyelenggara Pemilu'.

Survei opini publik nasional tersebut dilakukan pada 24—31 Januari 2019, dengan melibatkan 1.620 responden yang dipilih secara random di seluruh Indonesia dengan margin of error 2,65%.

Dari temuan survei, dikutip Senin (11/3/2019), Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengingatkan bahwa KPU dan Bawaslu masih menghadapi adanya potensi masalah yang bisa mendelegitimasi hasil pemilu.

Upaya itu, kata Deni datang dari kalangan yang kurang memercayai kebersihan dan kejujuran Pemilu 2019.

Menurut Deni, persentase pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga yang meragukan kerja KPU dan Bawaslu cukup signifikan.

Misalnya saja, terdapat hanya 4%—5% pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf yang kurang atau tidak yakin pada kemampuan KPU,  sementara itu di kubu pendukung Prabowo-Sandiaga angka ketidakyakinan pada KPU tersebut mencapai 23%—25%.

Begitu pula, terdapat hanya 5%—6% pendukung Jokowi-Ma'ruf yang kurang/tidak yakin pada kemampuan Bawaslu,  sementara itu di kubu pendukung Prabowo-Sandi ketidakyakinan pada Bawaslu mencapai 19%—21%.

Dalam kasus isu 7 juta surat suara palsu, lebih dari 75% pendukung Jokowi-Ma'ruf tidak memercayainya, sementara itu hanya 49% pendukung Prabowo-Sandi yang tidak memercayainya.

Adapun dalam isu kotak suara kardus, 30% pendukung Jokowi-Ma'ruf percaya bahwa itu bisa menjadi sumber kecurangan, sementara itu 47% pendukung Prabowo-Sandiaga yang percaya kotak suara bisa menjadi biang kecurangan.

Tag : jokowi, prabowo subianto, Pemilu 2019, Pilpres 2019
Editor : Stefanus Arief Setiaji


Top