PDIP Percaya Diri Jawa Barat Jadi Kandang Baru Jokowi

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto meyakini Jawa Barat nantinya akan menjadi kandang baru bagi calon presiden besutannya, Joko Widodo.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 08 Februari 2019  |  01:12 WIB
PDIP Percaya Diri Jawa Barat Jadi Kandang Baru Jokowi
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (berkemeja putih) - Dok. PDIP

Bisnis.com, JAKARTA — Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto meyakini Jawa Barat nantinya akan menjadi kandang baru bagi calon presiden besutannya, Joko Widodo.

Hal ini disampaikan Hasto yang juga menjabat sebagai Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf ini sebelum melakukan Safari Kebangsaan VII yang digelar menyusuri wilayah selatan Jawa Barat. Yakni ke Cianjur, Sukabumi, dan Bogor, Kamis (7/2/2019).

"Jawa Barat menjadi salah satu propinsi terpenting dan strategis dalam pemenangan pemilu 2019. Baik untuk pemilu legislatif, dan khususnya pemilu presiden," jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.

Hasto menyebut bergabungnya Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke kubu Jokowi dari yang sebelumnya mengusung Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014, bisa membalikkan keadaan di Pilpres 2019. Sehingga kemenangan bagi Jokowi di Jawa Barat bisa tercapai.

Seperti diketahui, pada perhelatan Pilpres 2014 Jokowi-JK kalah suara dari Prabowo-Hatta di Jawa Barat. Ketika itu, Jokowi-JK hanya meraup 9.530.315 suara atau setara 40,22%, sedangkan Prabowo-Hatta berhasil meraup 14.167.381 suara atau setara 59,78%.

"Kami di Jawa Barat akan berkonsolidasi, bertemu dengan partai Koalisi Indonesia Kerja untuk bersama-sama bergotong-royong memenangkan di Jawa Barat," jelasnya.

Selain itu, sosok Calon Wakil Presiden pilihan Jokowi, yaitu KH Ma'ruf Amin dianggapnya mampu meningkatkan suara Jokowi di Jawa Barat.

"Sehingga kandang Pak Prabowo di Jawa Barat bergeser menjadi kandang Pak Jokowi dan Kiai Haji Ma'ruf Amin. Itu yang kami pastikan," kata Hasto percaya diri.

Terakhir, Hasto berharap apresasi dari PDIP terhadap kebudayaan Jawa Barat mampu membuat masyarakat pasundan memberikan dukungannya ke paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kami percaya bahwa dukungan yang diberikan kepada Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan PDI Perjuangan akan semakin kuat, karena kami sangat respek dengan kebudayaan Sunda yang hebat dan sangat memesona," ungkapnya.

"Lihat saja seni musik kecapi suling dan anglung. Musik tradisional tersebut menjadi representasi keakraban dengan kelestarian lingkungan, karena alam raya yang begitu indah, membentang hijau di Zamrud Katulistiwa tersebut" tambah Hasto.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menyatakan kepada Bisnis, Minggu (13/1/2019) bahwa Jawa Barat merupakan barometer politik nasional dalam perhelatan Pemilu, terutama Pemilihan Umum Legislatif (Pileg).

Pria kelahiran Subang, Jawa Barat, 9 Agustus 1981 ini menjelaskan, sebab sejarah telah mencatat bahwa pemenang Pileg di Jawa Barat biasanya juga menjadi pemenang secara nasional.

Misalnya pada Pileg 2004, Partai Golongan Karya (Golkar) yang berhasil memenangkan suara di Jawa Barat, ternyata juga menjadi pemenang secara nasional. Begitu juga dengan Partai Demokrat pada Pileg 2009 dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada 2014.

Oleh sebab itu, Ujang menilai strategi dan kerja keras tim kampanye dalam "mengambil hati" masyarakat Jawa Barat akan sangat mempengaruhi hasil suara pemilih.

"Pemilih di Jawa Barat memang bukan pemilih loyal. Karena setiap pemilu, partai yang menang selalu berbeda-beda. Masyarakat Jawa Barat yang sederhana senang bersilaturrahmi dan lebih suka yang nyata janji-janji politiknya," jelas Ujang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pdip, Pilpres 2019

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top