Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Dana Hibah, Menpora Imam Nahrawi Penuhi Panggilan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Menpora Imam Nahrawi terkait kasus dugaan suap dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kamis (24/1/2019).
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 24 Januari 2019  |  11:23 WIB
Menpora Imam Nahrawi di gedung KPK, Kamis (24/1). JIBI/BISNIS - Ilham Budiman
Menpora Imam Nahrawi di gedung KPK, Kamis (24/1). JIBI/BISNIS - Ilham Budiman

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Menpora Imam Nahrawi terkait kasus dugaan suap dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kamis (24/1/2019).

Pantauan Bisnis, Imam Nahrawi telah datang ke Gedung Merah Putih KPK pada pukul 10.00 WIB. Dia akan diperiksa sebagai saksi atas tersangka Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy.

Imam mengaku mendapat surat pemanggilan sebagai saksi dari KPK pada sore kemarin. Untuk itu, dia harus memenuhi panggilan KPK terkait kasus tersebut.

"Nanti akan saya sampaikan [hasil pemeriksaan]," kata Imam ketika ditanya wartawan.

Disinggung mengenai penyitaan sejumlah proposal dan dokumen hibah oleh KPK di ruang kerjanya pada 20 Desember lalu dan proses pengajuannya, Imam tidak berbicara banyak.

Imam juga mengaku telah membawa dokumen yang sekiranya diperlukan dalam proses pemeriksaan.

"Ya, makanya nanti saya akan mendengar apa yang akan disampaikan oleh KPK. Saya belum tahu, nanti akan saya ikuti proses yang ada di dalam," ujarnya.

Belum diketahui keterangan apa yang akan digali oleh penyidik KPK kepada Iman Nahrawi. Adapun pada 20 Desember lalu ruang kerja Iman Nahrowi pernah digeledah KPK dan diamankan sejumlah proposal dan dokumen hibah.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka yakni Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA).

KPK menduga tersangka Adhi Purnomo dan Eko Triyanto telah menerima setidaknya Rp300 juta. Adapun tersangka Mulyana menerima ATM dengan saldo Rp100 juta. 

KPK juga menyatakan bahwa Mulyana telah menerima 1 unit mobil Toyota Fortuner pada April 2018, uang tunai Rp300 juta pada Juni 2018, dan 1 unit Samsung Note 9 pada September 2018.

Pemberian tersebut merupakan bagian dari fee sebesar Rp19,13 miliar yang telah disepakati pihak KONI dan Kemenpora. Adapun fee itu diberikan terkait proposal dana hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora senilai Rp17,9 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK menpora
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top