Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Reni Marlinawati: Berantas Akun Medsos Penyedia Prostitusi Online

Wakil Ketua Komisi X DPR, Reni Marlinawati mengatakan aparat kepolisian harus melakukan aksi represif dengan menyetop praktik prostitusi online di level hulu, salah satunya dengan memberantas akun media sosial yang terindikasi menjadi penyedia praktik haram tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 08 Januari 2019  |  10:04 WIB
Ilustrasi prostitusi - youthconnect.in
Ilustrasi prostitusi - youthconnect.in

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi X DPR, Reni Marlinawati mengatakan aparat kepolisian harus melakukan aksi represif dengan menyetop praktik prostitusi online di level hulu, salah satunya dengan memberantas akun media sosial yang terindikasi menjadi penyedia praktik haram tersebut.

Pernyataan dari politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menanggapi penangkapan dua public figure dalam kasus prostitusi daring atau online yang sudah pada taraf mengkhawatirkan.

“Akun media sosial yang telah nyata-nyata menjadi alat promosi prostitusi mestinya ditutup pemerintah atas kerja sama dengan penyedia media sosial secara sepihak. Dia menilai keberadaan dan praktik situs tersebut jelas-jelas melanggar UU Pornografi dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik.
 
Reni mengakui praktik prostitusi online telah menyebar di berbagai kota di Indonesia dengan sindikasi yang dapat dilacak. Reni menyebutkan, dengan menutup akun media sosial penyedia prostitusi online, setidaknya dapat meminimalisasi praktik tersebut. 

"Dari hulu harus kita bersihkan. Oleh karenanya media sosial harus bersih dari ajang promosi prostitusi online. Pemerintah dan aparat kepolisian memiliki instrumennya," tambah Reni, Selasa (8/1).
 
Politisi itu menyebutkan bahwa kalau pemerintah mampu menutup akun-akun media sosial yang menyebarkan paham radikalisme, maka hal sama seharusnya juga diberlakukan pemerintah terhadap praktik prostitusi online. 

"Dampak prostitusi berbasis online tak jauh berbahaya dari paham radikalisme. Keutuhan sebuah keluarga terancam dikarenakan prostitusi. Anak-anak dan perempuan menjadi korban nyata akibat prostitusi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prostitusi online Vanessa angel
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top