Aksi Protes di Paris Berlanjut, Menara Eiffel Akan Ditutup

Otoritas Kota Paris, Prancis akan menutup Menara Eiffel pada Sabtu (8/12/2018). Kebijakan ini diambil menyusul protes kenaikan pajak BBM lanjutan yang akan berlangsung pada hari tersebut.
Iim Fathimah Timorria | 07 Desember 2018 11:07 WIB
Aksi protes kelompok bernama Rompi Kuning menolak kenaikan pajak BBM - Reuters/Stephan Mahe

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Kota Paris, Prancis akan menutup Menara Eiffel pada Sabtu (8/12/2018). Kebijakan ini diambil menyusul protes kenaikan pajak BBM lanjutan yang akan berlangsung pada hari tersebut.

Akhir pekan lalu, protes anti-pemerintah atas kenaikan pajak BBM yang dimotori oleh kelompok 'rompi kuning' berakhir rusuh. Sejumlah kerusakan dialami situs kebudayaan di Kota Paris akibat aksi vandalisme yang dilakukan peserta protes.

Operator Menara Eiffel, dilansir BBC, mengatakan potensi kerusuhan pada protes Sabtu besok mendorong diberlakukannya peningkatan keamanan. Otoritas setempat memaparkan pengamanan terhadap situs kebudayaan akan diperkuat setelah Arc de Triomphe rusak akibat protes pekan lalu.

Menteri Kebudayaan Frank Riester mengatakan selain Menara Eiffel, situs lain seperti Museum Louvre, Museum Orsay, kompleks Grand Palais, dan rumah opera juga akan ditutup.

"Kita tidak bisa mengambil risiko jika ancaman ada di depan mata," kata Riester kepada radio RTL Prancis.

Kepolisian juga telah meminta toko dan restoran yang berlokasi di Champs-Elysees untuk menutup operasi pada Sabtu. Mereka diminta untuk memindahkan properti seperti meja dan kursi untuk menghindari kerusakan.

Antisipasi terhadap protes ini berdampak pula pada sejumlah laga sepak bola. Sejumlah laga divis utama Prancis akan ditunda, yaitu laga Paris Saint-Germain vs Montpellier, Monaco dan Nice, Toulouse dan Lyon, serta Saint-Etienne kontra Marseille.

Pemerintah Prancis mengumumkan bahwa mereka akan menyiagakan 89.000 personil keamanan untuk mengantisipasi aksi protes besok. 8.000 personil di antaranya akan ditempatkan di ibu kota Paris.

"Kita menghadapi sekelompok orang yang hadir bukan saja untuk protes, tapi juga untuk merusak. Kita akan mempersiapkan diri supaya mereka tidak bertindak demikian,: kata Perdana Menteri Edouard Phillipe kepada stasiun televisi TF1 dilansir Reuters.

Selain penambahan jumlah personil kepolisian, dua belas kendaraan lapis baja mili kemiliteran juga akan dikerahkan untuk pertama kalinya sejak kerusuhan pada 2005 silam. Kota lain di Prancis juga dinyatakan siaga untuk mengantisipasi aksi protes yang bergerak secara regional.

Tag : prancis, paris
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top