Survei: Elektabilitas Prabowo-Sandi Meningkat, Jokowi-Ma’ruf Amin Stagnan

Lingkaran Survei Indonesia Denny JA merilis hasil survei elektabilitas kedua pasangan calon terbaru untuk November 2018.
Muhammad Ridwan | 06 Desember 2018 20:36 WIB
Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto - Dok.Biro Pers Istana

Bisnis.com, JAKARTA — Lingkaran Survei Indonesia Denny JA merilis hasil survei elektabilitas kedua pasangan calon terbaru untuk November 2018.

Dua bulan memasuki masa kampanye, elektabilitas Prabowo-Sandi cenderung mengalami peningkatan meskipun tidak terlalu signifikan.

Setelah pendaftaran pada Agustus 2018, pada bulan itu Prabowo-Sandi mendapatkan elektabilitas sebesar 29,5%, pada bulan selanjutnya, elektabiiltas pasangan calon (paslon) nomor urut 02 ini cenderung stagnan di angka 29%.

 Oktober 2018, elektabilitas paslon ini mengalami penurunan menjadi 28,6%, dan pada hasil terbaru pada November 2018, paslon ini mengalami peningkatan elektabilitas menjad 31.

Sementara itu, elektabilitas paslon petahana Jokowi-Ma’ruf Amin tidak stabil sejak masa pendaftaran, Agustus 2018, pasangan ini memiliki elektabilitas sebesar 52,2% dan meningkat pada bulan selanjutnya menjadi 53,2%.

 Pada Oktober 2018, elektabilitas pasangan ini paling tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, 57,7% berhasil diraih pada bulan ini, namun pada hasil survei terbaru pada bulan November, elektabilitas paslon 01 kembali turun menjadi 53,2%.

 Peneliti Lingkaran Survei Denny JA, Rully Akbar mengatakan bahwa elektabilitas kedua capres cenderung tak bergerak signifikan sejak pendaftaran hingga saat ini.

 Selisih elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul dengan Prabowo-Sandi dan stagnan di atas 20%.

 “Isu yang diberikan kurang substansial dan kurang menawarkan program-program, sehingga elektabilitas keduanya cenderung stagnan,” pungkasnya.

Tag : jokowi, prabowo subianto, Pilpres 2019
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top