Indonesia & Kosta Rika Bahas Kerja Sama Pemanfaatan Teknologi Nuklir

Indonesia dan Kosta Rika perlu meningkatkan kerja sama di bidang ilmu dan teknologi nuklir.
Andhina Wulandari | 30 November 2018 16:30 WIB
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani bertemu dengan Wakil Presiden merangkap Menteri Luar Negeri Kosta Rika, Epsy Campbell Barr. - Dok. KBRI Wina

Bisnis.com, WINA – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden merangkap Menteri Luar Negeri Kosta Rika, Epsy Campbell Barr, di sela-sela Konferensi Tingkat Menteri tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir, Kamis (29/11/2018).

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral, khususnya di bidang pemanfaatan teknologi nuklir untuk peternakan dan pemantauan lingkungan.

“Indonesia dan Kosta Rika perlu meningkatkan kerja sama di bidang ilmu dan teknologi nuklir, khususnya untuk peternakan dan pemantauan lingkungan,” kata Puan Maharani dalam pertemuan dengan Wapres Kosta Rika di Austria.

Terkait peternakan, selama ini Indonesia telah memanfaatkan teknologi nuklir untuk meningkatkan reproduksi, nutrisi, dan kesehatan hewan ternak. Sementara di bidang lingkungan, Indonesia telah mengembangkan kemampuan memantau polusi udara dan kesehatan laut menggunakan teknik nuklir.

Selain bidang nuklir, Puan juga mendorong peningkatan kerja sama kedua negara di bidang ekonomi.

Menurutnya, potensi peningkatan kerja sama perdagangan antara kedua negara masih terbuka lebar mengingat keduanya sama-sama mengekspor produk yang dibutuhkan oleh masing-masing negara.

Indonesia mengkespor produk-produk seperti kereta dan komponen kereta, radioisotope dan produk kesehatan, tekstil, dan kopi yang dibutuhkan oleh Kosta Rika. Sebaliknya, Kosta Rika mengekspor kapas, elektronik, alat-alat optik, dan produk kimia yang bisa masuk ke pasar Indonesia.

“Kita perlu berkolaborasi untuk meningkatan perdagangan di antara kedua negara,” kata Puan.

Sementara itu, Wapres Kosta Rika menyampaikan bahwa pihaknya tertarik untuk manjalin kerja sama dengan Indonesia di bidang pemanfaatan teknologi nuklir untuk pemangunan mengingat kapasitas dan pengalaman yang telah dimiliki Indonesia. Selain itu Kosta Rika juga menawarkan kerja sama di bidang energi terbarukan, yaitu geothermal, angin surya, dan hidro.

Selama ini Kosta Rika dikenal sebagai negara yang telah maju di bidang energi baru dan terbarukan.

“Kosta Rika menaruh perhatian penting pada isu perubahan iklim yang menjadi kebijakan sentral dan internal,” kata Wapres Kosta Rika Epsy Campbell Barr.

Sebagai informasi, Kosta Rika baru saja membuka kantor Kedutaan Besarnya di Jakarta pada September 2017 lalu. (k15)

Tag : nuklir, puan maharani
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top